Tahun terakhir kuliah menjadi ajang kumpul-kumpul yang lebih intens bagi saya dan teman-tema kuliah. Karena tidak lama lagi masing-masing dari kita mau tidak mau harus meninggalkan kampus tercinta. Dan tentu saja kebersamaan yang telah terjalalin hampir empat tahun akan segera usai. Sekarang aja udah ada dari beberapa teman seangkatan yang wisuda, walaupun gak banyak sih, tapi tetap membuktikan bahwa dari angkatan kita tetap ada yang melejit, tamat dengan predikat summa cum laude. Bahkan ada beberapa orang teman yang sudah punya kursi di dunia kerja, meskipun mereka belum tamat. Mereka berhasil menaklukkan tes masuk Price Waterhaouse Coopers (PWC), salah satu dari empat kantor akuntan publik terbesar di dunia. Keberuntungan-keberuntungan yang menjadi idaman setiap mahasiswa dimana pun, termasuk saya.
Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts
I Have A Dream
Labels:
personal
Saya punya mimpi dalam hidup. Sangat banyak. Tak perlu dirinci, karena kasihan jari ini mengeja sejuta impian yang bersemanyam di kepala. Sepertinya tidak patut pula saya ceritakan pada orang-orang tentang mimpi yang terus menghantui hari-hari saya. Mungkin saja mereka akan mencela, mengatai sebagai tukang khayal, bahkan menuduh saya kurang waras.
Tapi ini bukan hanya fantasi belaka. Bukan pula bunga tidur yang dilupakan setelah terbangun. Imajinasi liar saya tumbuh seolah-olah nyata dan terus tumbuh dalam jiwa dan raga. Tidak sekedar mimpi, tapi sebuah harapan yang menjadi tujuan hidup. Bagaimana mungkin membinasakanya. Kalau kebahagiaan saya melekat pada asa. Ruh saya seperti sudah menyatu dengan mimpi-mimpi. Apalah arti perjalanan tanpa suatu tujuan. Tak bisa saya bayangkan betapa hampa dan kosongnya hidup saya tanpa sebuah cita. Denyut hidup saya lebih terasa berdetak dengan adanya obsesi. Kehidupan saya menjadi terasa begitu bergairah.
Bukan Katak Dalam Tempurung
Labels:
personal
![]() |
| Picture from here |
Hobi ini sudah ada semenjak saya kecil. Di umur empat tahun, saya mulai bisa merangkai huruf, membaca dan menuliskan kata-kata. Saya membaca kata apapun yang tertera. Koran, majalah, buku, papan reklame, semuanya saya baca. Tentu saja kala itu saya belum memahami maksud dari rangkaian kalimat yang saya baca. Kadang saya meminta bantuan ayah atau ibu untuk menjelaskan bacaan saya, dengan sabar beliau menerangkan pada saya dengan bahasa yang sederhana.
Pengajian Ala Audit Kecurangan
Labels:
personal
Satu – satunya dosen yang mewajibkan mahasiswanya untuk ikut pengajian sehabis jam kuliah usai adalah dosen yang mengajar mata kuliah Audit Kecurangan. Beliau adalah salah seorang aktivis dakwah hizbut tahrir, jadi tidak hanya ilmu yang berhungan dengan topik kuliah saja yang dibahas, namun beliau juga menyelipkan ilmu agama dan kajian keislaman yang berhubungan dengan materi wajib kuliah.
Namanya Ibu Yessi, beliau masih muda, berumur sekitar 27 tahun. Di mataku dia adalah sosok seorang wanita muslim ideal, penampilannya selalu anggun dengan balutan gamis dan kerudung panjang yang menutupi tubuhnya. Dia memiliki semangat dakwah yang tinggi, selalu menyampaikan ajaran-ajaran islam kepada kami, para mahasiswanya. Kadang aku dan teman-teman berasa berada di kelas mata kuliah agama ketimbang kelas audit, karena istilah-istilah islam sangat sering disinggung tiap pertemuan.
Get Up! Miss U Mom
Labels:
Happy Family,
personal
Mom, aku tidak pulang ke rumah kali ini, bukannya aku tak rindu ataupun tak punya waktu, hanya saja hari-hariku terpakai untuk menyulam mimpi yang menyita tiap detikku. Enam hari dalam seminggu aku harus bolak-balik ke gedung tempatku menempa ilmu, menjemput pelajaran yang sempat tercecer, selebihnya ku habiskan mendekam di kamar kontrakan, berkawan dengan komputer dan buku-buku. Mimpi itu hampir matang, Mom. Aku sedang meramunya.
Estetika Bahasa
Labels:
personal
Hampir empat tahun meninggalkan bangku SMA, aku sudah mulai melupakan materi yang dipelajari waktu sekolah dulu, padahal dulu aku lumayan menguasai pelajaran yang kuperoleh. Namun kini, ketika Anggun mengajakku diskusi tentang pelajaran sekolahnya aku lebih banyak menjawab “Entahlah”, “Lupa tuh”, “Enggak tahu”, “Eh, masa sih?”. Percuma dia bertanya padaku. Apa yang mau diajari? Hanya segelintir materi yang masih ku ingat, terselip di memori otakku yang tiap detik bertambah. Bahkan aku melupakan materi mata pelajaran favoritku. Di sini berlaku teori “ Lancar kaji karena di ulang”. Pepatah lama yang sering terlupakan, memang benar adanya.
What If I'm The Bad Girl?
Labels:
personal
Dalam literatur, antagonis adalah karakter yang melawan karakter utama atau protagonis. Antagonis sering merupakan seorang penjahat, terkadang mungkin binatang, atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan protagonis. Antagonis biasanya jahat dan tidak baik serta sering menjadi pembuat onar (wikipedia). Tokoh antagonis seringkali menjadi musuh yang menyebabkan konflik itu terjadi. Tokoh protagonis dan antagonis harus memungkinkan menjalin pertikaian, dan pertikaian itu harus berkembang mencapai klimaks. Tokoh antagonis harus memiliki watak yang kuat dan kontradiktif terhadap tokoh protagonis.
Ketika menonton film atau membaca novel aku tidak hanya tertarik pada tokoh protagonis saja, namun peran antagonis juga membuatku terpesona. Aku tak pernah membenci lawan tokoh utama yang berperan sebagai penjahat. Malah aksi-aksi mereka membuatku kagum, orang-orang yang memiliki ambisi, licik, dan melakukan apapun agar keinginannya tercapai. Memang sifat buruk sang tokoh jahat tidak patut ditiru, namun ada keberanian di sana, keberanian untuk mewujudkan obsesi.
Me, My Self, and I
There was a man A lonely man
Who lost his love
Through his indifference
A heart that cared
That went unshared
Until it died
Within his silence
and solitaire’s the only game in town
And every road that takes him
Takes him down
And by himself it’s easy to pretend
He’ll never love again
and keeping to himself
He plays the game
Without her love
It always ends the same
While life goes on around him everywhere
He’s playing solitaire
A little hope
Goes up in smoke
Just how it goes
Goes without saying
There was a man
A lonely man
Who would command
The hand he’s playing
( The Carpenters – Solitaire )
My Coolest GPA
Semester ini aku telah menorehkan rekor tertinggi pada ipeku. Tak pernah senyum selebar ini tersungging di bibirku saat menatap ipe yang tertera di kartu hasil studi tiap akhir semester. Kali ini aku boleh tersenyum bangga, ingin kutunjukkan pada dunia (halah!) bahwa aku mampu menghasilkan kinerja yang baik, aku bukan pecundang, ingin kuteriakkan “ Gue bisa! Ini lho hasil kerja keras gue selama semester ini! See! See! Hehehe
Sadness is Beyond Description
Labels:
personal
Udara begitu dingin dengan kabut tebal. Suasana lengang mencekam. Orang-orang kelihatannya enggan keluar rumah karena cuaca tidak bersahabat. Semua hening, yang terdengar hanya bunyi tetesan air hujan dan gemuruh suara guntur. Kawasan perumahan itu seperti tak berpenghuni, seolah-olah semua orang berhenti melaksanakan aktivitas dan terlelap di rumah masing-masing. Jalananpun tampak sunyi, hanya sesekali kendaraan melintas.
Di depan sebuah rumah bercat kuning, seorang gadis kecil sedang meringkuk kedinginan. Tubuhnya basah kuyup dan menggigil. Bibirnya membiru dengan kedua mata yang sembab, sepertinya ia habis menangis. Anak itu merapatkan ke dua kaki ke dadanya, kedua tangan didekapkannya ke kaki, mencoba menghangatkan badannya yang sudah pucat pasi.
Wajahnya kuyu dan basah. Bukan hanya terkena terpaan hujan, air mata ikut menggenangi pipinya. Bersama hujan ia menangis, berharap gundah yang dirasakannya ikut luruh bersama air mata dan menghilang terbawa arus hujan.
“ Jangan berhenti hujan, sampai pilu di hatiku sirna,” ucapnya lirih.
Killing Me Softly
Labels:
personal
Rumah tangga pasangan muda itu semakin lengkap dengan kehadiran malaikat kecil di antara mereka. Dua tahun dalam penantian akhirnya mereka diberi anugerah seorang gadis kecil yang cantik dan menggemaskan. Dia tumbuh menjadi anak yang sehat, pertumbuhannya pun berkembang pesat, mulai dari merangkak, berjalan tertatih-tatih, berlari kecil sampai ia seringkali terjungkal karena keseimbangan yang belum sempurna.
Street Fighter
Labels:
personal
Suasana kelas enam riuh seperti pasar, hiruk pikuk di saat jam pelajaran. Beginilah kondisi kalau tidak ada guru di kelas, semua sibuk dengan aktivits masing-masing, berharap rapat majelis guru berlangsung lama. Sehingga mereka bisa berbuat sesuka hati di dalam lokal tanpa pengawasan guru. Berberapa anak cowok bermain bola di bagian depan dekat papan tulis, yang lain menjadi suporter sambil memekik-mekik menyoraki jagoannya, ada beberapa anak cowok bermain gulat di bagian belakang kelas, mereka meniru aksi pegulat jagoannya yang sering mereka tonton di televisi. Anak perempuan lebih kalem, mereka tidak melakukan aktivitas agresif seperti anak lelaki, membuat satu lingkaran di sudut kelas, ngerumpi layaknya ibu-ibu, tertawa cekikikan hingga memambah hingar-bingar kelas. Aku salah satu dari mereka, sumber suara gaduh.
Anugerah di Kesempatan Kedua
Dengan jantung berdebar tak karuan perlahan ku buka akunku di portal akademik kampus, aku klik pada bagian kartu hasi studi dengan jemari sedikit gemetar. Deg, jantungku hampir berceceran! Alhamdulillah! Sontak aku berteriak dalam hati. Perjuanganku selama ini membuahkan hasil, meskipun tidak mendapatkan nilai tertinggi, setidaknya aku lulus di mata kuliah ini dengan nilai yang cukup memuaskan. Tiada kata yang pantas ku ucapkan selain rasa syukur yang mendalam atas jawaban Allah terhadap doa-doaku.
Berkutat dengan mata kuliah yang satu ini memang menjadi momok yang menakutkan bagiku. Masalahnya ini adalah kesempatan kedua setelah mengalami kegagalan di semester lalu. Trauma dengan kesadisan dosen yang menghargai perjuanganku dengan nilai serendah itu, aku memutuskan mengulangnya dengan dosen berbeda. Berharap dosen ini bisa memberikan sistem penilaian yang lebih baik. Aku yakin performaku dalam mata kuliah ini tidak terlalu buruk hingga harus dicela dengan satu kata “gagal”, aku masih memegang pendirian bahwa bukan aku yang terlalu bodoh, namun dosen itu yang tidak mampu menilaiku.
Soccer Addict
Labels:
personal
Gara-gara ikut menyaksikan pertandingan sepak bola di piala AFF beberapa waktu yang lalu, jadi kebawa pengen jadi pemain bola :p. Padahal sebelum-sebelumnya aku gak terlalu suka tuh sama sepak bola.
Annual Resolution
Labels:
personal
Setiap pergantian tahun aku selalu menginginkan banyak perubahan dalam hidupku. Setidaknya untuk memberikan warna pada hidupku yang biasa-biasa saja, datar, dan monotone. Namun, warna itu sering kali tidak kentara. Tak banyak yang dapat ku perbuat. Tidak seperti waktu yang terus bergulir, aku tertatih. Melangkah satu-satu dalam kisaran waktu yang kian membelenggu dan tanpa henti. Waktu takkan pernah berhenti, dia melaju terus menurut alurnya. Sementara aku hanya banyak diam, jalan ditempat, dan bergerak lambat. Tidak seperti waktu yang terus memburu, aku berjalan pelan hingga sering tertinggal.
Dancing in the Rain
Labels:
personal
Aku suka hujan. Aku suka menatap hujan dari balik kaca jendela sambil melamun, melihat jalanan melalui kaca yang berembun. Lalu aku menghapusnya dengan tangan, kadang melukis dengan jari, entah itu gambar atau tulisan-tulisan tak menentu, kemudian aku menghapusnya, lalu menorehkan jemari kembali, hingga aku menghapusnya lagi.
Elegi Dua Hati : Part 1
Labels:
personal,
Princess Diary
Langit mulai mendung dan kelabu. Arakan awan hitam menodai cakrawala. Tanda-tanda akan turun hujan semakin jelas. Benar, sebentar saja rintik-rintik hujan membasahi langit dan tetesan gerimis mulai menancapkan kakinya di tanah. Hujan. Tidak ada siapa-siapa di halte itu, selain aku. Sepi. Sore semakin gelap karena matahari ditutupi awan hitam. Hujan tak kunjung berhenti, tetesannya masih turun walaupun tidak selebat tadi.
Nulis Yuk!
PWC Reject Me
Labels:
personal
Baru saja aku merima sms dari sebuah nomor yang tidak aku kenal. Setelah ku baca, ternyata sms itu berasal dari PWC. Huu...sebuah sms penolakan, yang menyatakan aku tidak bisa melanjutkan tes berikutnya. Langsung ku cek emailku, ada kotak masuk baru disana. Masih dari PWC.
Get Married
Labels:
personal
Akhirnya sepupuku Ade melepas masa lajangnya, di permulaan tahun ini dengan gadis pujaan hatinya ( cieilee). Kalau udah ketemu jodoh ngapain harus nunggu lagi. Mendingan nikah daripada menjalani hubungan enggak jelas ( baca : pacaran ). Di umur yang udah memasuki kepala dua ini, pertanyaan ke arah sana pun sering dilontarkan padaku.
" Kamu kapan wisuda?"
" Udah punya pacar belum?"
" Kapan kawin ?"
Hanya bisa meringis.
"Mei," jawabku asal.
"Mei," jawabku asal.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts
2011/07/28
Last Season
Tahun terakhir kuliah menjadi ajang kumpul-kumpul yang lebih intens bagi saya dan teman-tema kuliah. Karena tidak lama lagi masing-masing dari kita mau tidak mau harus meninggalkan kampus tercinta. Dan tentu saja kebersamaan yang telah terjalalin hampir empat tahun akan segera usai. Sekarang aja udah ada dari beberapa teman seangkatan yang wisuda, walaupun gak banyak sih, tapi tetap membuktikan bahwa dari angkatan kita tetap ada yang melejit, tamat dengan predikat summa cum laude. Bahkan ada beberapa orang teman yang sudah punya kursi di dunia kerja, meskipun mereka belum tamat. Mereka berhasil menaklukkan tes masuk Price Waterhaouse Coopers (PWC), salah satu dari empat kantor akuntan publik terbesar di dunia. Keberuntungan-keberuntungan yang menjadi idaman setiap mahasiswa dimana pun, termasuk saya.
2011/07/25
I Have A Dream
Saya punya mimpi dalam hidup. Sangat banyak. Tak perlu dirinci, karena kasihan jari ini mengeja sejuta impian yang bersemanyam di kepala. Sepertinya tidak patut pula saya ceritakan pada orang-orang tentang mimpi yang terus menghantui hari-hari saya. Mungkin saja mereka akan mencela, mengatai sebagai tukang khayal, bahkan menuduh saya kurang waras.
Tapi ini bukan hanya fantasi belaka. Bukan pula bunga tidur yang dilupakan setelah terbangun. Imajinasi liar saya tumbuh seolah-olah nyata dan terus tumbuh dalam jiwa dan raga. Tidak sekedar mimpi, tapi sebuah harapan yang menjadi tujuan hidup. Bagaimana mungkin membinasakanya. Kalau kebahagiaan saya melekat pada asa. Ruh saya seperti sudah menyatu dengan mimpi-mimpi. Apalah arti perjalanan tanpa suatu tujuan. Tak bisa saya bayangkan betapa hampa dan kosongnya hidup saya tanpa sebuah cita. Denyut hidup saya lebih terasa berdetak dengan adanya obsesi. Kehidupan saya menjadi terasa begitu bergairah.
2011/05/31
Bukan Katak Dalam Tempurung
![]() |
| Picture from here |
Hobi ini sudah ada semenjak saya kecil. Di umur empat tahun, saya mulai bisa merangkai huruf, membaca dan menuliskan kata-kata. Saya membaca kata apapun yang tertera. Koran, majalah, buku, papan reklame, semuanya saya baca. Tentu saja kala itu saya belum memahami maksud dari rangkaian kalimat yang saya baca. Kadang saya meminta bantuan ayah atau ibu untuk menjelaskan bacaan saya, dengan sabar beliau menerangkan pada saya dengan bahasa yang sederhana.
2011/05/21
Pengajian Ala Audit Kecurangan
Satu – satunya dosen yang mewajibkan mahasiswanya untuk ikut pengajian sehabis jam kuliah usai adalah dosen yang mengajar mata kuliah Audit Kecurangan. Beliau adalah salah seorang aktivis dakwah hizbut tahrir, jadi tidak hanya ilmu yang berhungan dengan topik kuliah saja yang dibahas, namun beliau juga menyelipkan ilmu agama dan kajian keislaman yang berhubungan dengan materi wajib kuliah.
Namanya Ibu Yessi, beliau masih muda, berumur sekitar 27 tahun. Di mataku dia adalah sosok seorang wanita muslim ideal, penampilannya selalu anggun dengan balutan gamis dan kerudung panjang yang menutupi tubuhnya. Dia memiliki semangat dakwah yang tinggi, selalu menyampaikan ajaran-ajaran islam kepada kami, para mahasiswanya. Kadang aku dan teman-teman berasa berada di kelas mata kuliah agama ketimbang kelas audit, karena istilah-istilah islam sangat sering disinggung tiap pertemuan.
2011/03/19
Get Up! Miss U Mom
Mom, aku tidak pulang ke rumah kali ini, bukannya aku tak rindu ataupun tak punya waktu, hanya saja hari-hariku terpakai untuk menyulam mimpi yang menyita tiap detikku. Enam hari dalam seminggu aku harus bolak-balik ke gedung tempatku menempa ilmu, menjemput pelajaran yang sempat tercecer, selebihnya ku habiskan mendekam di kamar kontrakan, berkawan dengan komputer dan buku-buku. Mimpi itu hampir matang, Mom. Aku sedang meramunya.
2011/02/04
Estetika Bahasa
Hampir empat tahun meninggalkan bangku SMA, aku sudah mulai melupakan materi yang dipelajari waktu sekolah dulu, padahal dulu aku lumayan menguasai pelajaran yang kuperoleh. Namun kini, ketika Anggun mengajakku diskusi tentang pelajaran sekolahnya aku lebih banyak menjawab “Entahlah”, “Lupa tuh”, “Enggak tahu”, “Eh, masa sih?”. Percuma dia bertanya padaku. Apa yang mau diajari? Hanya segelintir materi yang masih ku ingat, terselip di memori otakku yang tiap detik bertambah. Bahkan aku melupakan materi mata pelajaran favoritku. Di sini berlaku teori “ Lancar kaji karena di ulang”. Pepatah lama yang sering terlupakan, memang benar adanya.
What If I'm The Bad Girl?
Dalam literatur, antagonis adalah karakter yang melawan karakter utama atau protagonis. Antagonis sering merupakan seorang penjahat, terkadang mungkin binatang, atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan protagonis. Antagonis biasanya jahat dan tidak baik serta sering menjadi pembuat onar (wikipedia). Tokoh antagonis seringkali menjadi musuh yang menyebabkan konflik itu terjadi. Tokoh protagonis dan antagonis harus memungkinkan menjalin pertikaian, dan pertikaian itu harus berkembang mencapai klimaks. Tokoh antagonis harus memiliki watak yang kuat dan kontradiktif terhadap tokoh protagonis.
Ketika menonton film atau membaca novel aku tidak hanya tertarik pada tokoh protagonis saja, namun peran antagonis juga membuatku terpesona. Aku tak pernah membenci lawan tokoh utama yang berperan sebagai penjahat. Malah aksi-aksi mereka membuatku kagum, orang-orang yang memiliki ambisi, licik, dan melakukan apapun agar keinginannya tercapai. Memang sifat buruk sang tokoh jahat tidak patut ditiru, namun ada keberanian di sana, keberanian untuk mewujudkan obsesi.
Me, My Self, and I
There was a man A lonely man
Who lost his love
Through his indifference
A heart that cared
That went unshared
Until it died
Within his silence
and solitaire’s the only game in town
And every road that takes him
Takes him down
And by himself it’s easy to pretend
He’ll never love again
and keeping to himself
He plays the game
Without her love
It always ends the same
While life goes on around him everywhere
He’s playing solitaire
A little hope
Goes up in smoke
Just how it goes
Goes without saying
There was a man
A lonely man
Who would command
The hand he’s playing
( The Carpenters – Solitaire )
2011/02/02
My Coolest GPA
Semester ini aku telah menorehkan rekor tertinggi pada ipeku. Tak pernah senyum selebar ini tersungging di bibirku saat menatap ipe yang tertera di kartu hasil studi tiap akhir semester. Kali ini aku boleh tersenyum bangga, ingin kutunjukkan pada dunia (halah!) bahwa aku mampu menghasilkan kinerja yang baik, aku bukan pecundang, ingin kuteriakkan “ Gue bisa! Ini lho hasil kerja keras gue selama semester ini! See! See! Hehehe
Sadness is Beyond Description
Udara begitu dingin dengan kabut tebal. Suasana lengang mencekam. Orang-orang kelihatannya enggan keluar rumah karena cuaca tidak bersahabat. Semua hening, yang terdengar hanya bunyi tetesan air hujan dan gemuruh suara guntur. Kawasan perumahan itu seperti tak berpenghuni, seolah-olah semua orang berhenti melaksanakan aktivitas dan terlelap di rumah masing-masing. Jalananpun tampak sunyi, hanya sesekali kendaraan melintas.
Di depan sebuah rumah bercat kuning, seorang gadis kecil sedang meringkuk kedinginan. Tubuhnya basah kuyup dan menggigil. Bibirnya membiru dengan kedua mata yang sembab, sepertinya ia habis menangis. Anak itu merapatkan ke dua kaki ke dadanya, kedua tangan didekapkannya ke kaki, mencoba menghangatkan badannya yang sudah pucat pasi.
Wajahnya kuyu dan basah. Bukan hanya terkena terpaan hujan, air mata ikut menggenangi pipinya. Bersama hujan ia menangis, berharap gundah yang dirasakannya ikut luruh bersama air mata dan menghilang terbawa arus hujan.
“ Jangan berhenti hujan, sampai pilu di hatiku sirna,” ucapnya lirih.
2011/01/28
Killing Me Softly
Rumah tangga pasangan muda itu semakin lengkap dengan kehadiran malaikat kecil di antara mereka. Dua tahun dalam penantian akhirnya mereka diberi anugerah seorang gadis kecil yang cantik dan menggemaskan. Dia tumbuh menjadi anak yang sehat, pertumbuhannya pun berkembang pesat, mulai dari merangkak, berjalan tertatih-tatih, berlari kecil sampai ia seringkali terjungkal karena keseimbangan yang belum sempurna.
2011/01/27
Street Fighter
Suasana kelas enam riuh seperti pasar, hiruk pikuk di saat jam pelajaran. Beginilah kondisi kalau tidak ada guru di kelas, semua sibuk dengan aktivits masing-masing, berharap rapat majelis guru berlangsung lama. Sehingga mereka bisa berbuat sesuka hati di dalam lokal tanpa pengawasan guru. Berberapa anak cowok bermain bola di bagian depan dekat papan tulis, yang lain menjadi suporter sambil memekik-mekik menyoraki jagoannya, ada beberapa anak cowok bermain gulat di bagian belakang kelas, mereka meniru aksi pegulat jagoannya yang sering mereka tonton di televisi. Anak perempuan lebih kalem, mereka tidak melakukan aktivitas agresif seperti anak lelaki, membuat satu lingkaran di sudut kelas, ngerumpi layaknya ibu-ibu, tertawa cekikikan hingga memambah hingar-bingar kelas. Aku salah satu dari mereka, sumber suara gaduh.
2011/01/25
Anugerah di Kesempatan Kedua
Dengan jantung berdebar tak karuan perlahan ku buka akunku di portal akademik kampus, aku klik pada bagian kartu hasi studi dengan jemari sedikit gemetar. Deg, jantungku hampir berceceran! Alhamdulillah! Sontak aku berteriak dalam hati. Perjuanganku selama ini membuahkan hasil, meskipun tidak mendapatkan nilai tertinggi, setidaknya aku lulus di mata kuliah ini dengan nilai yang cukup memuaskan. Tiada kata yang pantas ku ucapkan selain rasa syukur yang mendalam atas jawaban Allah terhadap doa-doaku.
Berkutat dengan mata kuliah yang satu ini memang menjadi momok yang menakutkan bagiku. Masalahnya ini adalah kesempatan kedua setelah mengalami kegagalan di semester lalu. Trauma dengan kesadisan dosen yang menghargai perjuanganku dengan nilai serendah itu, aku memutuskan mengulangnya dengan dosen berbeda. Berharap dosen ini bisa memberikan sistem penilaian yang lebih baik. Aku yakin performaku dalam mata kuliah ini tidak terlalu buruk hingga harus dicela dengan satu kata “gagal”, aku masih memegang pendirian bahwa bukan aku yang terlalu bodoh, namun dosen itu yang tidak mampu menilaiku.
2011/01/19
Soccer Addict
Gara-gara ikut menyaksikan pertandingan sepak bola di piala AFF beberapa waktu yang lalu, jadi kebawa pengen jadi pemain bola :p. Padahal sebelum-sebelumnya aku gak terlalu suka tuh sama sepak bola.
2011/01/13
Annual Resolution
Setiap pergantian tahun aku selalu menginginkan banyak perubahan dalam hidupku. Setidaknya untuk memberikan warna pada hidupku yang biasa-biasa saja, datar, dan monotone. Namun, warna itu sering kali tidak kentara. Tak banyak yang dapat ku perbuat. Tidak seperti waktu yang terus bergulir, aku tertatih. Melangkah satu-satu dalam kisaran waktu yang kian membelenggu dan tanpa henti. Waktu takkan pernah berhenti, dia melaju terus menurut alurnya. Sementara aku hanya banyak diam, jalan ditempat, dan bergerak lambat. Tidak seperti waktu yang terus memburu, aku berjalan pelan hingga sering tertinggal.
Dancing in the Rain
Aku suka hujan. Aku suka menatap hujan dari balik kaca jendela sambil melamun, melihat jalanan melalui kaca yang berembun. Lalu aku menghapusnya dengan tangan, kadang melukis dengan jari, entah itu gambar atau tulisan-tulisan tak menentu, kemudian aku menghapusnya, lalu menorehkan jemari kembali, hingga aku menghapusnya lagi.
2011/01/04
Elegi Dua Hati : Part 1
Langit mulai mendung dan kelabu. Arakan awan hitam menodai cakrawala. Tanda-tanda akan turun hujan semakin jelas. Benar, sebentar saja rintik-rintik hujan membasahi langit dan tetesan gerimis mulai menancapkan kakinya di tanah. Hujan. Tidak ada siapa-siapa di halte itu, selain aku. Sepi. Sore semakin gelap karena matahari ditutupi awan hitam. Hujan tak kunjung berhenti, tetesannya masih turun walaupun tidak selebat tadi.
2011/01/03
Nulis Yuk!
PWC Reject Me
Baru saja aku merima sms dari sebuah nomor yang tidak aku kenal. Setelah ku baca, ternyata sms itu berasal dari PWC. Huu...sebuah sms penolakan, yang menyatakan aku tidak bisa melanjutkan tes berikutnya. Langsung ku cek emailku, ada kotak masuk baru disana. Masih dari PWC.
2011/01/01
Get Married
Akhirnya sepupuku Ade melepas masa lajangnya, di permulaan tahun ini dengan gadis pujaan hatinya ( cieilee). Kalau udah ketemu jodoh ngapain harus nunggu lagi. Mendingan nikah daripada menjalani hubungan enggak jelas ( baca : pacaran ). Di umur yang udah memasuki kepala dua ini, pertanyaan ke arah sana pun sering dilontarkan padaku.
" Kamu kapan wisuda?"
" Udah punya pacar belum?"
" Kapan kawin ?"
Hanya bisa meringis.
"Mei," jawabku asal.
"Mei," jawabku asal.

















