Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Doa Panjang Sabar

Dalam berdoa, pada umumnya kita meminta hal-hal yang wujudnya berada di luar diri kita, tak cepat habis (kalaupun habis langsung kelihatan), dan dapat dinikmati kapan saja. Itulah mengapa kita lebih sering dan banyak meminta hal dengan spesifikasi yang ketat seperti rumah (yang bagus), mobil (yang keren), anak (yang ganteng/cantik), naik haji (yang mabrur), naik kelas (yang ranking), naik jabatan (yang tinggi), istri (yang cantik). Ternyata, tujuan doa kita pun untuk hal yang simple saja: memiliki dan menggunakannya.

Itulah alasan mengapa kita jarang meminta hal-hal yang justru berada di dalam diri kita dan langsung menentukan karakter diri kita. Salah satunya adalah kesabaran. Dalam Al-Quran, ada dua kalimat yang sama bunyinya tentang kesabaran, yaitu: Rabban afrigh alayna shabran...(Al-Baqarah ayat 250 dan Al-A’raf 126). Doa itu bermakna sama: kita memohon agar Allah menganugerahi kita kesabaran. Mengapa Allah mewajibkan kita agar memohon diberikan kesabaran? Karena ternyata sabar adalah potensi yang tidak diproduksi oleh jiwa kita. Seperti vitamin C, kesabaran harus diasup dari luar diri kita, dalam hal ini langsung dari Allah, karena Dia-lah pemilik kesabaran. Kita tak pernah sanggup memproduksi kesabaran, oeh karenanya kta sering mengeluh dan marah; kesabaranku sudah habis!

Persoalannya; kita tak pernah menyadari hal ini, karena doa kita sudah dikerangkeng oleh kepentingan-kepentingan sesaat yangh sangat materialistik. Doa-doa kita lebih sering berisi hitung-hitungan matematis yang mirip kalkulator. Padahal, seluruh isi doa itu sangat berpotensi menimbulkan masalah yang sumber solusinya adalah kesabaran. Jadi, marilah kita memulai untuk mengisi doa-doa kita juga menyertakan permintaan agar Allah menganugerahi kita kesabaran. Jadi, bukan cuma doa panjang rezeki yang kita panjatkan, tapi juga doa panjang sabar.

Muhammad Yulius. Catcil. Annida No.2/XVIII/Oktober 2008

Pori-Pori Jiwa

Dari mana datangnya seluruh kesadaran kita pada hari ini? Mungkin banyak dari kita yang tak begitu memikirkannya; bahwa kapasitas kesadaran dalam diri kita tidak datang secara ujug-ujug. Dia terbentuk oleh lalu lintas keluar masuknya informasi yang melewati pori-pori jiwa kita. Taruhlah, sepuluh tahun yang lalu, kesadaran kita tentang sesuatu berbobot dua kilogram-mungkin terdiri atas sedikit ilmu dan beberapa kebodohan. Namun, saat kita melewati sebuah peristiwa dan ikut merasakannya, volume kesadaran kita bertambah beratnya-mungkin disebabkan oleh masuknya sejumlah ilmu dan leuarnya beberapa kebodohan tersebut.

Jika kita memang memiliki pori-pori, tempat keluar masuknya informasi yang ikut membentuk kesadran kita, yang umumnya terdiri atas dua “makhluk”: ilmu dan kebodohan. Kedua makhluk ini bisa keluar (yang berarti memambah bobot keilmuan kita jika yang keluar itu kebodohan) dan bisa masuk (yang artinya memperberat kebodohan kita jika yang keluar itu ilmu). Keluarnya kebodohan, dalam konteks ini, tentu saja bukanlah karena kebodohan itu ditransfer-apalagi diregenerasikan—melainkan benar-benar lenyap seperti embun pagi yang ditimpa sinar matahari. Dan keluarnya ilmu bukan karena diamalkan kepada orang lain, melainkan justru karena tak pernah diamalkan sama sekali hingga dia pergi, seperti usia tua yang tak mungkin menjadi muda kembali.

Kita menyadari pori-pori jiwa mungkin sebagai rasa sensitif atau peka yang bekerja mencerap informasi saat kita melewati sebuah peristiwa-yang kemudian kita rasakan sebagai inspirasi, ide, gagasan, yang menambah ilmu dan “mendepak” kebodohan-kebodohan kita. Sayangnya, rasa sensitif lebih sering kita gunakan sebagai pertahanan untuk hal-hal yang berkenaan dengan ego-sentris kita.Hasilnya, kita lebih sering tersinggung daripada berpikir untuk bertindak lebih baik dan kreatif.

Muhammad Yulius. Catcil. Annida No.3/XVIII November 2008.

Negeri Van Oranje

Membaca novel ini, membuat saya seperti di ajak berkeliling Belanda. Deskripsinya sangat detil menjelaskan seluk-beluk negeri Belanda, mulai dari kehidupan dan budaya masyarakat disana sampai pada tempat-tempat  eksotis ala Eropa. Membacanya saja sudah membuat saya larut dalam keindahan  negeri kincir angin ini, apalagi jika benar-benar berada di sana, gak kebayang gimana rasanya. Novel yang dikemas dengan gaya lincah, kocak, dan menyentuh emosi ini, membuat saya benar-benar ingin menginjakkan kaki di benua Eropa

Diceritakan tentang lima orang mahasiswa S2 asal indonesia yang tidak sengaja bertemu di sebuah stasiun kereta,  bernama Amersfort.  Pertemuan dramatis yang tanpa disadari akan membelokkan jalah hidup mereka. Berkat badai, kretek, dan takdir, terbentuklah sebuah geng yang dijuluki Aagaban alias Aliansi Amersrfort GAra-gara Badai di Netherlands. Berangotakan Lintang, Gery, Daus, Wicak, dan Banjar. Keberadaan Lintang yang satu-satunya perempuan, membawa cerita seru dan menarik di antara mereka. 

Suka duka kehidupan mahasiswa di negeri orang, dengan beasiswa terbatas, membuat mereka menyiasati segala hal agar tetap bisa menikmati keindahan dan kemewahan yang ditawarkan negara ini. Termasuk mencari tambahan euro dengan bekerja sambilan, seperti yang banyak dilakukan oleh mahasiswa Eropa. Belum lagi culture shock yang dihadapi, karena banyak perbedaan budaya sehari-hari antara Indonesia dengan Belanda. Termasuk perjuangan super keras untuk dapat manamatkan pendidikan dengan nilai yang tidak memalukan.

Konflik pun kemudian timbul dalam persahabatan mereka. Para pria anggota geng Aagaban keculai Gery, ternyata menaruh hati pada Lintang. Diam-diam tanpa sepengetahuan yang lain, masing-masing dari mereka mengeluarkan jurus jitu untuk mendapatkan perhatian Lintang. Apalagi setelah Lintang putus dengan kekasih bulenya, Jeroen. Mereka pun mencari akal agar bisa berduaan saja dengan Lintang, tanpa sahabat yang lain. Lintang sama sekali tidak menyadari perasaan rekan-rekannya ini. Hanya Gery yang menyita perhatian Lintang sepanjang waktu. Gery, sosok pria flamboyan dan baik hati, idaman semua wanita, termasuk Lintang.

Impian Lintang kandas untuk mendapatkan cinta Gery setelah dia menyaksikan Gery berciuman mesra dengan seorang laki-laki di apartemennya. Ternyata Gery seorang gay. Gery tak pernah coming out pada para sahabatnya ini tentang orientasi seksualnya sebelum kejadian itu. Namun hal ini, tidak merusak persahabatan mereka. Seorang sahabat harus dapat menerima bagaimanapun keadaan sahabatnya.

Setelah menjalani proses perkuliahan yang berliku, menyelesaikan tesis yang menyita waktu dan tenaga, dan mendapatkan gelar di bidang masing-masing, akhirnya mereka memutuskan untuk berwisata menjelajahi eropa sebelum kembali ke Indonesia. Para sahabat ini , minus Gery ( Gery sudah sering keliling Eropa karena sudah di belanda sejak kuliah s1 ) kemuadian mengadakan perjalanan ke beberapa negara di benua Eropa.

 Perjalanan ala Eurotrip ini ternyata membuahkan suatu peristiwa penting yang akhirnya menentukan takdir mereka.

“ Lintang... I love you when you smile. I love you when you yell. I love you when you cry. I even love you when you’re drunk. All I know...is that I love you “

Wicak, the lucky guy yang berhasil mengutarakan perasaannya pada Lintang. Di saat itu, Lintang tak sekadar melihat wajah seorang sahabat saat memandang pria yang bicara padanya.

Pada akhirnya , mereka menemukan kebahagian masing-masing. Banjar sukses mendirikan sebuah perusahaan sendiri, Daus didapuk menjadi salah seorang juru bicara Istana Kepresidenan, Wicak bekerja di LSM internasional di Barcelona, Lintang menjadi diplomat di Depertemen Luar Negeri, dan Gery menjabat sebagai marketing manager di kantor pusat Philllips. Setelah menyelesika studi di Belanda, mereka kembali bertemu dalam sebuah acara spesial. Pernikahan Lintang dengan Wicak.

Selain berkisah susah senangnya menjadi mahasiswa rantau di Eropa, mereka juga berbagi tip bertahan hidup di Eropa. Sungguh kisah yang sanagt inspiratif. Membuat saya makin termotivasi untuk bisa menyenyam pendidikan di Eropa, atau setidaknya menginjakkan kaki di benua Eopa.

Novel ini ditulis keroyokan oleh empat orang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda. Mereka adalah Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Perdana. Mereka sukses membuat impian saya makin menggeliat dalam diri ini.

Mahakarya Bulan Puasa

Rasa syukur yang tak hingga bagi Allah SWT yang masih memberikan saya kesempatan untuk menikmati indahnya Ramadhan tahun ini. Karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan, saya sadar bahwa begitu banyak dosa yang telah saya perbuat dan pahala yang masih sedikit saya tabung. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini akan menjadi ajang bagi saya untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.

Saya berharap bulan ini target dunia akhirat saya tercapai. Tujuan akhirat tentu saja ibadah yang lebih baik, mengejar pahala palaha sebesar-besarnya. Sedangkan untuk target dunia, saya tengah berjibaku dengan sebuah mahakarya yang disebut skipsi. Semoga puasa menjadikan saya semakin giat menggarap skipsi yang tak kunjung selesai ini. Bagaimanapun juga tahun ini saya harus segera mengakhiri predikat saya sebagai mahasiswa. I promise!


Balada Skripsi


Awal semester di penghujung tahun 
Kuhabiskan waktu berlama-lama mendekam di ruang baca 
Menjejali satu demi satu tumpukan buku di rak berdebu 
Sembari membolak-balik helaian naskah yang telah lama rampung 
Untuk sekedar menemukan sepercik inspirasi 
Dan sebongkah ide kemudian melahirkan mahakarya  
Syarat tak terelakkan demi dua huruf sakral 
Yang akan tesandang di belakang manaku kelak.

Self Esteem

Sungguh sangat mengesalkan ketika kegagalan datang menghampiri, padahal kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Namun keadaan berkata lain, ada saja yang menghalanginya, sesuatu yang kita inginkan memang tidak selalu ada ketika kita sangat mengharapkannya. Rasanya menjadi orang yang paling sengsara sedunia kerena kita tidak bisa memperolehnya, padahal perjuangan yang dilakukan tidak sedikit.

Nulis Yuk!

Aku terlalu sibuk memikirkan apa yang harus ku tulis dan bagaimana merangkai kata-kata untuk menciptakan sebuah tulisan. Padahal banyak yang ide yang berkecamuk dipikiranku yang bisa kutuangkan dalam tulisanku. Ah, aku tak peduli lagi dengan kata-kata yang akan terlontar dalam barisan tulisan yang ku rangkai. Yang penting aku menulis, menulis apapun yang terlintas dalam benak dan apapun yang terasa dalam hati. Terlalu banyak waktu yang ku habiskan untuk hal-hal yang tak berguna. Lebih baik aku berkisah tentang hidupku, bercerita tentang harapan dan impian, merekam semuanya. Tulisan menandakan bahwa aku pernah hidup dan menikmatinya.

Jangan Malu

Setiap orang wajar saja memiliki sikap pemalu. Karena sudah kodratnya manusia diciptakan Tuhan dengan dibekali dengan sifat malu. Bahkan dunia ini akan hancur jika sifat malu dalam diri manusia telah hilang. Putusnya urat malu akan menyeret bangsa ini ke dalam zona kehancuran. Hadirnya orang-orang yang tak tahu malu, mengakibatkan moral dan martabat bangsa jatuh. Namun sikap malu yang ada dalam diri seseorang harus dalam batas yang wajar. Sikap pemalu yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi pribadi yang rendah diri, tidak mau maju, dan terbelakang.
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

2015/04/07

Doa Panjang Sabar

Dalam berdoa, pada umumnya kita meminta hal-hal yang wujudnya berada di luar diri kita, tak cepat habis (kalaupun habis langsung kelihatan), dan dapat dinikmati kapan saja. Itulah mengapa kita lebih sering dan banyak meminta hal dengan spesifikasi yang ketat seperti rumah (yang bagus), mobil (yang keren), anak (yang ganteng/cantik), naik haji (yang mabrur), naik kelas (yang ranking), naik jabatan (yang tinggi), istri (yang cantik). Ternyata, tujuan doa kita pun untuk hal yang simple saja: memiliki dan menggunakannya.

Itulah alasan mengapa kita jarang meminta hal-hal yang justru berada di dalam diri kita dan langsung menentukan karakter diri kita. Salah satunya adalah kesabaran. Dalam Al-Quran, ada dua kalimat yang sama bunyinya tentang kesabaran, yaitu: Rabban afrigh alayna shabran...(Al-Baqarah ayat 250 dan Al-A’raf 126). Doa itu bermakna sama: kita memohon agar Allah menganugerahi kita kesabaran. Mengapa Allah mewajibkan kita agar memohon diberikan kesabaran? Karena ternyata sabar adalah potensi yang tidak diproduksi oleh jiwa kita. Seperti vitamin C, kesabaran harus diasup dari luar diri kita, dalam hal ini langsung dari Allah, karena Dia-lah pemilik kesabaran. Kita tak pernah sanggup memproduksi kesabaran, oeh karenanya kta sering mengeluh dan marah; kesabaranku sudah habis!

Persoalannya; kita tak pernah menyadari hal ini, karena doa kita sudah dikerangkeng oleh kepentingan-kepentingan sesaat yangh sangat materialistik. Doa-doa kita lebih sering berisi hitung-hitungan matematis yang mirip kalkulator. Padahal, seluruh isi doa itu sangat berpotensi menimbulkan masalah yang sumber solusinya adalah kesabaran. Jadi, marilah kita memulai untuk mengisi doa-doa kita juga menyertakan permintaan agar Allah menganugerahi kita kesabaran. Jadi, bukan cuma doa panjang rezeki yang kita panjatkan, tapi juga doa panjang sabar.

Muhammad Yulius. Catcil. Annida No.2/XVIII/Oktober 2008

Pori-Pori Jiwa

Dari mana datangnya seluruh kesadaran kita pada hari ini? Mungkin banyak dari kita yang tak begitu memikirkannya; bahwa kapasitas kesadaran dalam diri kita tidak datang secara ujug-ujug. Dia terbentuk oleh lalu lintas keluar masuknya informasi yang melewati pori-pori jiwa kita. Taruhlah, sepuluh tahun yang lalu, kesadaran kita tentang sesuatu berbobot dua kilogram-mungkin terdiri atas sedikit ilmu dan beberapa kebodohan. Namun, saat kita melewati sebuah peristiwa dan ikut merasakannya, volume kesadaran kita bertambah beratnya-mungkin disebabkan oleh masuknya sejumlah ilmu dan leuarnya beberapa kebodohan tersebut.

Jika kita memang memiliki pori-pori, tempat keluar masuknya informasi yang ikut membentuk kesadran kita, yang umumnya terdiri atas dua “makhluk”: ilmu dan kebodohan. Kedua makhluk ini bisa keluar (yang berarti memambah bobot keilmuan kita jika yang keluar itu kebodohan) dan bisa masuk (yang artinya memperberat kebodohan kita jika yang keluar itu ilmu). Keluarnya kebodohan, dalam konteks ini, tentu saja bukanlah karena kebodohan itu ditransfer-apalagi diregenerasikan—melainkan benar-benar lenyap seperti embun pagi yang ditimpa sinar matahari. Dan keluarnya ilmu bukan karena diamalkan kepada orang lain, melainkan justru karena tak pernah diamalkan sama sekali hingga dia pergi, seperti usia tua yang tak mungkin menjadi muda kembali.

Kita menyadari pori-pori jiwa mungkin sebagai rasa sensitif atau peka yang bekerja mencerap informasi saat kita melewati sebuah peristiwa-yang kemudian kita rasakan sebagai inspirasi, ide, gagasan, yang menambah ilmu dan “mendepak” kebodohan-kebodohan kita. Sayangnya, rasa sensitif lebih sering kita gunakan sebagai pertahanan untuk hal-hal yang berkenaan dengan ego-sentris kita.Hasilnya, kita lebih sering tersinggung daripada berpikir untuk bertindak lebih baik dan kreatif.

Muhammad Yulius. Catcil. Annida No.3/XVIII November 2008.

2011/08/20

Negeri Van Oranje

Membaca novel ini, membuat saya seperti di ajak berkeliling Belanda. Deskripsinya sangat detil menjelaskan seluk-beluk negeri Belanda, mulai dari kehidupan dan budaya masyarakat disana sampai pada tempat-tempat  eksotis ala Eropa. Membacanya saja sudah membuat saya larut dalam keindahan  negeri kincir angin ini, apalagi jika benar-benar berada di sana, gak kebayang gimana rasanya. Novel yang dikemas dengan gaya lincah, kocak, dan menyentuh emosi ini, membuat saya benar-benar ingin menginjakkan kaki di benua Eropa

Diceritakan tentang lima orang mahasiswa S2 asal indonesia yang tidak sengaja bertemu di sebuah stasiun kereta,  bernama Amersfort.  Pertemuan dramatis yang tanpa disadari akan membelokkan jalah hidup mereka. Berkat badai, kretek, dan takdir, terbentuklah sebuah geng yang dijuluki Aagaban alias Aliansi Amersrfort GAra-gara Badai di Netherlands. Berangotakan Lintang, Gery, Daus, Wicak, dan Banjar. Keberadaan Lintang yang satu-satunya perempuan, membawa cerita seru dan menarik di antara mereka. 

Suka duka kehidupan mahasiswa di negeri orang, dengan beasiswa terbatas, membuat mereka menyiasati segala hal agar tetap bisa menikmati keindahan dan kemewahan yang ditawarkan negara ini. Termasuk mencari tambahan euro dengan bekerja sambilan, seperti yang banyak dilakukan oleh mahasiswa Eropa. Belum lagi culture shock yang dihadapi, karena banyak perbedaan budaya sehari-hari antara Indonesia dengan Belanda. Termasuk perjuangan super keras untuk dapat manamatkan pendidikan dengan nilai yang tidak memalukan.

Konflik pun kemudian timbul dalam persahabatan mereka. Para pria anggota geng Aagaban keculai Gery, ternyata menaruh hati pada Lintang. Diam-diam tanpa sepengetahuan yang lain, masing-masing dari mereka mengeluarkan jurus jitu untuk mendapatkan perhatian Lintang. Apalagi setelah Lintang putus dengan kekasih bulenya, Jeroen. Mereka pun mencari akal agar bisa berduaan saja dengan Lintang, tanpa sahabat yang lain. Lintang sama sekali tidak menyadari perasaan rekan-rekannya ini. Hanya Gery yang menyita perhatian Lintang sepanjang waktu. Gery, sosok pria flamboyan dan baik hati, idaman semua wanita, termasuk Lintang.

Impian Lintang kandas untuk mendapatkan cinta Gery setelah dia menyaksikan Gery berciuman mesra dengan seorang laki-laki di apartemennya. Ternyata Gery seorang gay. Gery tak pernah coming out pada para sahabatnya ini tentang orientasi seksualnya sebelum kejadian itu. Namun hal ini, tidak merusak persahabatan mereka. Seorang sahabat harus dapat menerima bagaimanapun keadaan sahabatnya.

Setelah menjalani proses perkuliahan yang berliku, menyelesaikan tesis yang menyita waktu dan tenaga, dan mendapatkan gelar di bidang masing-masing, akhirnya mereka memutuskan untuk berwisata menjelajahi eropa sebelum kembali ke Indonesia. Para sahabat ini , minus Gery ( Gery sudah sering keliling Eropa karena sudah di belanda sejak kuliah s1 ) kemuadian mengadakan perjalanan ke beberapa negara di benua Eropa.

 Perjalanan ala Eurotrip ini ternyata membuahkan suatu peristiwa penting yang akhirnya menentukan takdir mereka.

“ Lintang... I love you when you smile. I love you when you yell. I love you when you cry. I even love you when you’re drunk. All I know...is that I love you “

Wicak, the lucky guy yang berhasil mengutarakan perasaannya pada Lintang. Di saat itu, Lintang tak sekadar melihat wajah seorang sahabat saat memandang pria yang bicara padanya.

Pada akhirnya , mereka menemukan kebahagian masing-masing. Banjar sukses mendirikan sebuah perusahaan sendiri, Daus didapuk menjadi salah seorang juru bicara Istana Kepresidenan, Wicak bekerja di LSM internasional di Barcelona, Lintang menjadi diplomat di Depertemen Luar Negeri, dan Gery menjabat sebagai marketing manager di kantor pusat Philllips. Setelah menyelesika studi di Belanda, mereka kembali bertemu dalam sebuah acara spesial. Pernikahan Lintang dengan Wicak.

Selain berkisah susah senangnya menjadi mahasiswa rantau di Eropa, mereka juga berbagi tip bertahan hidup di Eropa. Sungguh kisah yang sanagt inspiratif. Membuat saya makin termotivasi untuk bisa menyenyam pendidikan di Eropa, atau setidaknya menginjakkan kaki di benua Eopa.

Novel ini ditulis keroyokan oleh empat orang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda. Mereka adalah Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Perdana. Mereka sukses membuat impian saya makin menggeliat dalam diri ini.

2011/08/03

Mahakarya Bulan Puasa

Rasa syukur yang tak hingga bagi Allah SWT yang masih memberikan saya kesempatan untuk menikmati indahnya Ramadhan tahun ini. Karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan, saya sadar bahwa begitu banyak dosa yang telah saya perbuat dan pahala yang masih sedikit saya tabung. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini akan menjadi ajang bagi saya untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.

Saya berharap bulan ini target dunia akhirat saya tercapai. Tujuan akhirat tentu saja ibadah yang lebih baik, mengejar pahala palaha sebesar-besarnya. Sedangkan untuk target dunia, saya tengah berjibaku dengan sebuah mahakarya yang disebut skipsi. Semoga puasa menjadikan saya semakin giat menggarap skipsi yang tak kunjung selesai ini. Bagaimanapun juga tahun ini saya harus segera mengakhiri predikat saya sebagai mahasiswa. I promise!


2011/03/19

Balada Skripsi


Awal semester di penghujung tahun 
Kuhabiskan waktu berlama-lama mendekam di ruang baca 
Menjejali satu demi satu tumpukan buku di rak berdebu 
Sembari membolak-balik helaian naskah yang telah lama rampung 
Untuk sekedar menemukan sepercik inspirasi 
Dan sebongkah ide kemudian melahirkan mahakarya  
Syarat tak terelakkan demi dua huruf sakral 
Yang akan tesandang di belakang manaku kelak.

2011/01/22

Self Esteem

Sungguh sangat mengesalkan ketika kegagalan datang menghampiri, padahal kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Namun keadaan berkata lain, ada saja yang menghalanginya, sesuatu yang kita inginkan memang tidak selalu ada ketika kita sangat mengharapkannya. Rasanya menjadi orang yang paling sengsara sedunia kerena kita tidak bisa memperolehnya, padahal perjuangan yang dilakukan tidak sedikit.

2011/01/03

Nulis Yuk!

Aku terlalu sibuk memikirkan apa yang harus ku tulis dan bagaimana merangkai kata-kata untuk menciptakan sebuah tulisan. Padahal banyak yang ide yang berkecamuk dipikiranku yang bisa kutuangkan dalam tulisanku. Ah, aku tak peduli lagi dengan kata-kata yang akan terlontar dalam barisan tulisan yang ku rangkai. Yang penting aku menulis, menulis apapun yang terlintas dalam benak dan apapun yang terasa dalam hati. Terlalu banyak waktu yang ku habiskan untuk hal-hal yang tak berguna. Lebih baik aku berkisah tentang hidupku, bercerita tentang harapan dan impian, merekam semuanya. Tulisan menandakan bahwa aku pernah hidup dan menikmatinya.

2010/07/02

Jangan Malu

Setiap orang wajar saja memiliki sikap pemalu. Karena sudah kodratnya manusia diciptakan Tuhan dengan dibekali dengan sifat malu. Bahkan dunia ini akan hancur jika sifat malu dalam diri manusia telah hilang. Putusnya urat malu akan menyeret bangsa ini ke dalam zona kehancuran. Hadirnya orang-orang yang tak tahu malu, mengakibatkan moral dan martabat bangsa jatuh. Namun sikap malu yang ada dalam diri seseorang harus dalam batas yang wajar. Sikap pemalu yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi pribadi yang rendah diri, tidak mau maju, dan terbelakang.

Copyright @ Miscellaneous Thoughts | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger | Distributed by: best blogger template personal best blogger magazine theme | cheapest vpn for mac cheap vpn with open ports