Showing posts with label Princess Diary. Show all posts
Showing posts with label Princess Diary. Show all posts

Set Me Free

Hari ini, Indonesia merayakan kemerdekaanya yang ke 66. Sudah bertahun-tahun Indonesia merdeka dan bebas dari penjajah. Tiap kali merayakan dirgahayu Indonesia, saya selalu tergelitik dan bertanya-tanya tentang arti merdeka. Setidaknya kemerdekaan bagi diri saya sendiri.

Saya menggartikan merdeka itu sebagi sebuah kebebasan. Tanpa ada ikatan dan belenggu. Dari dulu saya merasa menjadi seseorang yang merdeka. Tak ada tuntutan yang mengekang langah saya dalam menjalani apapun keinginan saya. Orangtua saya bukanlah tipe orang tua yang diktator yang memaksakan kehendaknya. Juga bukan orang tua yang suka melarang keinginan anaknya. Itu yang saya suka dari orang tua saya, tidak banyak aturan. Selagi dalam batas norma,  lakukanlah apa yang kau mau. Rasa percaya mereka diletakkan di pundak saya. Tentu saja saya sangat menghargai kebebasan ini, segala tindakan dan keputusan yang saya ambil kelak akan saya pertanggungjawabkan kepada mereka.

The Lucky Key

Kejadian hari ini ­membuat saya benar-benar shock. Bagaimana mungkin saya dengan sembrononya meninggalkan kosan dalam keadaan siap untuk dimasuki siapa saja. Karena terburu-buru saya lupa mencabut kunci dari lubangnya. Padahal kemarain, teman sebelah kamar saya baru saja kemalingan karena meninggalkan pintu kamarnya dalam keadaan terbuka. Sebentar saja dia pergi ke dapur, tiba-tiba pas balik ke kamar, dia malah mendapati dompet dan handphone-nya lenyap. Tak seorang pun menyadari ada orang asing yang masuk ke area kosan, karena semua pada sibuk dengan aktivitas di kamar masing-masing. Kebangetan tu maling, bulan puasa masih sempat-sempatnya nyolong barang orang.

Jadi, siang ini saya berencana mau pergi menemui dosen pembimbing skripsi. Saya berangkat dengan semangat 45 meskipun di luar hujan mengguyur sangat lebat. Bahkan walau badai menghadang sekalipun, akan tetap saya tempuh demi segelintir perjuangan untuk masa depan ini. Cieleee!! ( efek 17 agustusan cin )

Graduation Deadline

Saat sebagian teman-teman seangkatanku telah merampungkan semua mata kuliah mereka di semester akhir ini, aku masih sibuk bolak-balik ke kampus untuk menghadiri perkuliahan. Enggak tanggung-tanggung, semester ini aku mengambil 24 sks, gimana gak sesak nafas? Belum lagi, skripsi yang harus di garap sesegera mungkin. Benar-benar menguras energi, jadwal kuliah yang padat merayap harus diikuti dengan sepenuh hati agar hasilnya lebih maksimal dari yang sebelumnya. Secara, aku melakukan perbaikan untuk lima mata kuliah yang diambil. 

Untungnya target yang telah kuancang ketika mulai memasuki tahun terahir ini, menjadikanku lebih optimis untuk melakukan hal-hal yang berbau akademis ini. Walaupun kelihatannya sedikit rumit dan melelahkan, namun setelah dijalani dengan antusias ( halah!) aku tetap bisa melaluinya. Masih ada setengah perjalanan lagi yang mesti kulewati agar segera tiba di garis finish. Aku menikmatinya dan menghayati peranku sebagai mahasiswa tingkat akhir yang lari ngos-ngosan dikejar deadline wisuda.

PS : Mini Target " Tamat Empat Tahun dengan IPK Minimal Empat Tiga Koma Tiga"

Long Beach


Senja kuhabiskan dengan menikmati keindahan pantai bersama Jo. Kami berjalan menyisiri pantai, menginjak pasir putih dengan kaki telanjang, sesekali ombak kecil datang menyapu kaki. Sementara matahari mulai menenggelamkan diri di garis cakrawala, memburatkan warna jingga di kaki langit. Kami berjalan menuju batuan karang di bibir pantai, duduk sambil menyaksikan ombak menghempaskan diri, hingga percikannya terasa mengenai wajahku. Tercium bau asin laut yang dibawa oleh hembusan angin.

Adorable Rain

Aku selalu suka hujan, tanpa alasan. Entah kenapa,aku suka saja. Ketika dia bertandang, aku kadang rela berlama-lama menyampir di jendela. Berdetik-detik tanpa kedipan mata, memikirkan apa saja atau cuma sekedar mengosongkan isi kepala. Aku menikmatinya, menikmati setiap tetesnya yang jatuh di atas kelopak dahlia di samping jendela, menikmati tempiasnya diwajahku yang kadang membuatku khidmat memejamkan mata.

Hujan selalu membangkitkan aroma yang tajam tentang kenangan, tentang cerita-cerita tanpa aksara yang selalu bisa dia jabarkan lewat suara gerimisnya. Susah untuk mengucapkannya, tapi kau bahkan bisa membaca semua maknanya walau tanpa tanda.

Elegi Dua Hati : Bimbang


Genap dua bulan aku mengenal Jo, ketika dia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Aku tak menampik kenyataan bahwa kehadiran Jo memberikan nuansa yang berbeda dalam hidupku. Seakan-akan dia mengisi sepetak celah di hatiku yang telah lama kosong. Kedekatan yang terjalin mulai mengalir ke arah muara, aku sudah memperkirakan sebelumnya, ketika aku menyilakan Jo mampir dalam hidupku, berarti aku harus menyiapkan diri jika suatu saat nanti dia memilihku sebagai dermaga untuk berlabuh.

Elegi Dua Hati : Membeku


Aku baru saja mengunjungi salah seorang sahabatku, sudah hampir larut malam namun aku tidak bisa pulang karena di luar hujan lebat mengguyur jalanan. Untungnya tadi aku sudah meminta Jo untuk menjemput dan mengantarku pulang. Sahabatku memintaku untuk menginap saja, namun aku menolak karena besok pagi aku harus presentasi di kelas, karena kesibukanku akhir-akhir ini, aku belum mempersiapkan diri untuk itu. Mau gak mau aku harus pulang malam ini, jika dalam setengan jam hujan tak kunjung reda, aku nekad pulang berhujan-hujanan, asal bisa sampai di kos sesegera mungkin.

Happy Birthday Din


My Beloved Sibling.
Duapuluh tahun terlewatkan. Aku tak pernah bisa mengingat detik-detik kehadiranmu, saat ibu berjuang mempertaruhkan nyawa melahirkanmu, memori otakku tak dapat memutar kembali fragmen itu.  Mungkin aku masih terlalu kecil untuk dapat merekam peristiwa penting yang terjadi, saat  pertama kali kamu menyapa dunia umurku baru dua tahun, bocah kecil yang belum mengerti apa-apa. Seingatku entah diusia berapa, aku mempunyai seorang adik yang selalu menjadi teman bermainku. Adik yang sempat ku tuduh mencuri perhatian Ayah dan Ibu dariku.

Catatan dari Lembaran Tissue yang Tercecer


 Hari ini nyokap gue lagi marah-marah sama gue. Kadang nyokap selalu membeda-bedakan gue. Kenapa gak di depan kami bertiga dia marah?Kenapa nyokap harus marah di depan gue sendiri? Gue sedih banget. Kadang gue gak ngerti sama nyokap gue sendiri. Kadang gue merasa bukan bagian dari mereka. Gue ingin pergi dari rumah ini. Gue benci. Gue merasa gue lah penyebab semua masalah. Bahkan kesalahan yang  mereka buat. Gue pengen tinggal di asrama aja atau ngekost. Gue benci tinggal di rumah ini. Gue benar-benar gak ngerti. Gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba nyokap marah-marah ke gue. Padahal anaknya kan gak gue doing. Gue pengen menjauh dari sini. Gue gak mau tinggal di rumah lagi, karena di rumah gue kena marah terus.

Elegi Dua Hati : Part 1

Langit mulai mendung dan kelabu. Arakan awan hitam menodai cakrawala. Tanda-tanda akan turun hujan semakin jelas. Benar, sebentar saja rintik-rintik hujan membasahi langit dan tetesan gerimis mulai menancapkan kakinya di tanah. Hujan. Tidak ada siapa-siapa di halte itu, selain aku. Sepi. Sore semakin gelap karena matahari ditutupi awan hitam. Hujan tak kunjung berhenti, tetesannya masih turun walaupun  tidak selebat tadi.

Lelaki yang Ku Cinta

Jika ditanya siapa lelaki yang paling aku sayangi, pasti dengan lantang aku akan menjawab ayahku. Cintaku padanya melebihi aku mencintai lelaki manapun, sekiranya ada kata-kata yang mampu menyiratkan betapa aku menyayanginya, sungguh akan ku ungkapkan dengan segenap jiwa. Karena Tuhan telah menitipkanku padanya, melalui dirinya aku hadir di bumi ini. Ikatan yang sangat erat terjalin di antara kami, jiwa dan ragaku adalah bagian dari dirinya. Lelaki yang yang selalu mencurahkan kasih sayangnya padaku, kasihnya bagaikan hujan yang menyirami bumi, melepaskan segala dahaga dan sayangnya bagaikan api yang menghangatkan kebekuan.

SAD

Ini pertamakalinya dalam sejarah perkuliahanku aku mendapatkan nilai D. Sedih dan kecewa memang saat aku mengetahuinya dari sms temanku. Tapi mau diapain lagi, yang jelas untuk mata kuliah Sistem informasi akuntansi ini aku harus mengulang semester depan. tapi aku enggak sendirian kok, masih banyak teman2 yang lain yang nasibnya sama denganku. Huff nilaiku semester ini anjlok bgt. padahal udah belajar matian2an. Sampe begadang semalam suntuk, tetap aja hasilnya make me cry Apa mungkin kerja kerasku untuk menghadapi ujian kurang maximal?Atau cara belajarku yang salah?Sepertinya demikian. Enggak terus boleh begini, aku harus berubah.
Tuhan bantulah aku memperbaiki diri ini.....

Sedikit Lega

Monday, August 4, 2009
Akhirnya kelar juga ujian tengah semester pendek Auditing….. Soalnya enggak susah-susah banget sih,,semuanya ada di catatan,tapi ngerjainnya bikin pegel juga. Secara soalnya ada sepuluh buah, terus tiap soal ada anak ma cucunya,kalo di dijabarin soalnya ada sekitar 30an. Walaupun gak perfect bikin jawabannya,aku udah ngerasa puas menjawab sebisaku. Ya klo gak dapat A, minimal B lah…amiiin. Hufff lumayan lega , enggak sia-sia perjuanganku semalaman begadang buat ngafalin tu mata kuliah. Sempat panic sih, karena tadi malam mati lampu. Pas enak2 belajar…eh padam deh listrik. Tega banget tu PLN, padahal baru mulai buka catatan,mana mati lampunya pake acara lama. Uh sebel… Mana bisa belajar kalo gelap2an begini,,padahal semangatku lagi menggebu2 nih buat belajar. Maklum mood lagi mode : on pas dekat ujiaan aja,soalnya udah biasa di setel pake settingan SKS. (pada tau kan singkatan apa?Angkat tangan bagi yang belum pernah pake mode ini..!hii..hhi). But jangan ditiru yah,karena ini bukan gaya belajar yang baik and hasilnya gag bakal maximal. Kalo udah mati lampu gini bawaannya pengen tidur. Ya udah daripada bengong mending bobo aja, barang sejam dua jaman lah. Mudah2an pas aku bangun nanti lampunya udah nyala. Gak lupa aku pasang alarm biar tidurnya gak kebablasan sampe pagi. Sekitar jam sebelas lampunya nyala,bersamaan dengan bunyi alarm hpku. Aku terbangun, lalu ke kamar mandi buat cuci muka biar rasa ngantuknuya hilang. Rasanya begadang gak afdol tanpa kopi. Aku siapkan secangkir cappuccino untuk menemani malam panjangku. Kembali aku bergulat dengan catatan, tiba2 aku teringat kalo malam ini ada acara Republik Cinta midnight di TPI, langsung aku nyalain TV di kamarku. Iya benar acaranya udah mulai, nonton dulu ah, belajarnya sambil nonton aja. He..he. Enak juga liat video klip dewa19 dari yang jadul banget sampe yang sekarang, tetap enak cing musik2nya dewa. Terus aku juga mau liat p’vom anak2 the rock, keren banget deh, palagi gitarisnya, gak da matinya. I like them..Jam 12 acara RCM midnitenya selesai, ni baru aku serius belajar. Berkutat dengan buku sampai pagi. Ya allah semoga ujianku nanti sukses..amin.
Showing posts with label Princess Diary. Show all posts
Showing posts with label Princess Diary. Show all posts

2011/08/17

Set Me Free

Hari ini, Indonesia merayakan kemerdekaanya yang ke 66. Sudah bertahun-tahun Indonesia merdeka dan bebas dari penjajah. Tiap kali merayakan dirgahayu Indonesia, saya selalu tergelitik dan bertanya-tanya tentang arti merdeka. Setidaknya kemerdekaan bagi diri saya sendiri.

Saya menggartikan merdeka itu sebagi sebuah kebebasan. Tanpa ada ikatan dan belenggu. Dari dulu saya merasa menjadi seseorang yang merdeka. Tak ada tuntutan yang mengekang langah saya dalam menjalani apapun keinginan saya. Orangtua saya bukanlah tipe orang tua yang diktator yang memaksakan kehendaknya. Juga bukan orang tua yang suka melarang keinginan anaknya. Itu yang saya suka dari orang tua saya, tidak banyak aturan. Selagi dalam batas norma,  lakukanlah apa yang kau mau. Rasa percaya mereka diletakkan di pundak saya. Tentu saja saya sangat menghargai kebebasan ini, segala tindakan dan keputusan yang saya ambil kelak akan saya pertanggungjawabkan kepada mereka.

2011/08/16

The Lucky Key

Kejadian hari ini ­membuat saya benar-benar shock. Bagaimana mungkin saya dengan sembrononya meninggalkan kosan dalam keadaan siap untuk dimasuki siapa saja. Karena terburu-buru saya lupa mencabut kunci dari lubangnya. Padahal kemarain, teman sebelah kamar saya baru saja kemalingan karena meninggalkan pintu kamarnya dalam keadaan terbuka. Sebentar saja dia pergi ke dapur, tiba-tiba pas balik ke kamar, dia malah mendapati dompet dan handphone-nya lenyap. Tak seorang pun menyadari ada orang asing yang masuk ke area kosan, karena semua pada sibuk dengan aktivitas di kamar masing-masing. Kebangetan tu maling, bulan puasa masih sempat-sempatnya nyolong barang orang.

Jadi, siang ini saya berencana mau pergi menemui dosen pembimbing skripsi. Saya berangkat dengan semangat 45 meskipun di luar hujan mengguyur sangat lebat. Bahkan walau badai menghadang sekalipun, akan tetap saya tempuh demi segelintir perjuangan untuk masa depan ini. Cieleee!! ( efek 17 agustusan cin )

2011/03/27

Graduation Deadline

Saat sebagian teman-teman seangkatanku telah merampungkan semua mata kuliah mereka di semester akhir ini, aku masih sibuk bolak-balik ke kampus untuk menghadiri perkuliahan. Enggak tanggung-tanggung, semester ini aku mengambil 24 sks, gimana gak sesak nafas? Belum lagi, skripsi yang harus di garap sesegera mungkin. Benar-benar menguras energi, jadwal kuliah yang padat merayap harus diikuti dengan sepenuh hati agar hasilnya lebih maksimal dari yang sebelumnya. Secara, aku melakukan perbaikan untuk lima mata kuliah yang diambil. 

Untungnya target yang telah kuancang ketika mulai memasuki tahun terahir ini, menjadikanku lebih optimis untuk melakukan hal-hal yang berbau akademis ini. Walaupun kelihatannya sedikit rumit dan melelahkan, namun setelah dijalani dengan antusias ( halah!) aku tetap bisa melaluinya. Masih ada setengah perjalanan lagi yang mesti kulewati agar segera tiba di garis finish. Aku menikmatinya dan menghayati peranku sebagai mahasiswa tingkat akhir yang lari ngos-ngosan dikejar deadline wisuda.

PS : Mini Target " Tamat Empat Tahun dengan IPK Minimal Empat Tiga Koma Tiga"

2011/03/26

Long Beach


Senja kuhabiskan dengan menikmati keindahan pantai bersama Jo. Kami berjalan menyisiri pantai, menginjak pasir putih dengan kaki telanjang, sesekali ombak kecil datang menyapu kaki. Sementara matahari mulai menenggelamkan diri di garis cakrawala, memburatkan warna jingga di kaki langit. Kami berjalan menuju batuan karang di bibir pantai, duduk sambil menyaksikan ombak menghempaskan diri, hingga percikannya terasa mengenai wajahku. Tercium bau asin laut yang dibawa oleh hembusan angin.

Adorable Rain

Aku selalu suka hujan, tanpa alasan. Entah kenapa,aku suka saja. Ketika dia bertandang, aku kadang rela berlama-lama menyampir di jendela. Berdetik-detik tanpa kedipan mata, memikirkan apa saja atau cuma sekedar mengosongkan isi kepala. Aku menikmatinya, menikmati setiap tetesnya yang jatuh di atas kelopak dahlia di samping jendela, menikmati tempiasnya diwajahku yang kadang membuatku khidmat memejamkan mata.

Hujan selalu membangkitkan aroma yang tajam tentang kenangan, tentang cerita-cerita tanpa aksara yang selalu bisa dia jabarkan lewat suara gerimisnya. Susah untuk mengucapkannya, tapi kau bahkan bisa membaca semua maknanya walau tanpa tanda.

2011/03/21

Elegi Dua Hati : Bimbang


Genap dua bulan aku mengenal Jo, ketika dia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Aku tak menampik kenyataan bahwa kehadiran Jo memberikan nuansa yang berbeda dalam hidupku. Seakan-akan dia mengisi sepetak celah di hatiku yang telah lama kosong. Kedekatan yang terjalin mulai mengalir ke arah muara, aku sudah memperkirakan sebelumnya, ketika aku menyilakan Jo mampir dalam hidupku, berarti aku harus menyiapkan diri jika suatu saat nanti dia memilihku sebagai dermaga untuk berlabuh.

2011/03/20

Elegi Dua Hati : Membeku


Aku baru saja mengunjungi salah seorang sahabatku, sudah hampir larut malam namun aku tidak bisa pulang karena di luar hujan lebat mengguyur jalanan. Untungnya tadi aku sudah meminta Jo untuk menjemput dan mengantarku pulang. Sahabatku memintaku untuk menginap saja, namun aku menolak karena besok pagi aku harus presentasi di kelas, karena kesibukanku akhir-akhir ini, aku belum mempersiapkan diri untuk itu. Mau gak mau aku harus pulang malam ini, jika dalam setengan jam hujan tak kunjung reda, aku nekad pulang berhujan-hujanan, asal bisa sampai di kos sesegera mungkin.

2011/01/19

Happy Birthday Din


My Beloved Sibling.
Duapuluh tahun terlewatkan. Aku tak pernah bisa mengingat detik-detik kehadiranmu, saat ibu berjuang mempertaruhkan nyawa melahirkanmu, memori otakku tak dapat memutar kembali fragmen itu.  Mungkin aku masih terlalu kecil untuk dapat merekam peristiwa penting yang terjadi, saat  pertama kali kamu menyapa dunia umurku baru dua tahun, bocah kecil yang belum mengerti apa-apa. Seingatku entah diusia berapa, aku mempunyai seorang adik yang selalu menjadi teman bermainku. Adik yang sempat ku tuduh mencuri perhatian Ayah dan Ibu dariku.

Catatan dari Lembaran Tissue yang Tercecer


 Hari ini nyokap gue lagi marah-marah sama gue. Kadang nyokap selalu membeda-bedakan gue. Kenapa gak di depan kami bertiga dia marah?Kenapa nyokap harus marah di depan gue sendiri? Gue sedih banget. Kadang gue gak ngerti sama nyokap gue sendiri. Kadang gue merasa bukan bagian dari mereka. Gue ingin pergi dari rumah ini. Gue benci. Gue merasa gue lah penyebab semua masalah. Bahkan kesalahan yang  mereka buat. Gue pengen tinggal di asrama aja atau ngekost. Gue benci tinggal di rumah ini. Gue benar-benar gak ngerti. Gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba nyokap marah-marah ke gue. Padahal anaknya kan gak gue doing. Gue pengen menjauh dari sini. Gue gak mau tinggal di rumah lagi, karena di rumah gue kena marah terus.

2011/01/04

Elegi Dua Hati : Part 1

Langit mulai mendung dan kelabu. Arakan awan hitam menodai cakrawala. Tanda-tanda akan turun hujan semakin jelas. Benar, sebentar saja rintik-rintik hujan membasahi langit dan tetesan gerimis mulai menancapkan kakinya di tanah. Hujan. Tidak ada siapa-siapa di halte itu, selain aku. Sepi. Sore semakin gelap karena matahari ditutupi awan hitam. Hujan tak kunjung berhenti, tetesannya masih turun walaupun  tidak selebat tadi.

2010/05/05

Lelaki yang Ku Cinta

Jika ditanya siapa lelaki yang paling aku sayangi, pasti dengan lantang aku akan menjawab ayahku. Cintaku padanya melebihi aku mencintai lelaki manapun, sekiranya ada kata-kata yang mampu menyiratkan betapa aku menyayanginya, sungguh akan ku ungkapkan dengan segenap jiwa. Karena Tuhan telah menitipkanku padanya, melalui dirinya aku hadir di bumi ini. Ikatan yang sangat erat terjalin di antara kami, jiwa dan ragaku adalah bagian dari dirinya. Lelaki yang yang selalu mencurahkan kasih sayangnya padaku, kasihnya bagaikan hujan yang menyirami bumi, melepaskan segala dahaga dan sayangnya bagaikan api yang menghangatkan kebekuan.

2009/09/01

SAD

Ini pertamakalinya dalam sejarah perkuliahanku aku mendapatkan nilai D. Sedih dan kecewa memang saat aku mengetahuinya dari sms temanku. Tapi mau diapain lagi, yang jelas untuk mata kuliah Sistem informasi akuntansi ini aku harus mengulang semester depan. tapi aku enggak sendirian kok, masih banyak teman2 yang lain yang nasibnya sama denganku. Huff nilaiku semester ini anjlok bgt. padahal udah belajar matian2an. Sampe begadang semalam suntuk, tetap aja hasilnya make me cry Apa mungkin kerja kerasku untuk menghadapi ujian kurang maximal?Atau cara belajarku yang salah?Sepertinya demikian. Enggak terus boleh begini, aku harus berubah.
Tuhan bantulah aku memperbaiki diri ini.....

2009/08/07

Sedikit Lega

Monday, August 4, 2009
Akhirnya kelar juga ujian tengah semester pendek Auditing….. Soalnya enggak susah-susah banget sih,,semuanya ada di catatan,tapi ngerjainnya bikin pegel juga. Secara soalnya ada sepuluh buah, terus tiap soal ada anak ma cucunya,kalo di dijabarin soalnya ada sekitar 30an. Walaupun gak perfect bikin jawabannya,aku udah ngerasa puas menjawab sebisaku. Ya klo gak dapat A, minimal B lah…amiiin. Hufff lumayan lega , enggak sia-sia perjuanganku semalaman begadang buat ngafalin tu mata kuliah. Sempat panic sih, karena tadi malam mati lampu. Pas enak2 belajar…eh padam deh listrik. Tega banget tu PLN, padahal baru mulai buka catatan,mana mati lampunya pake acara lama. Uh sebel… Mana bisa belajar kalo gelap2an begini,,padahal semangatku lagi menggebu2 nih buat belajar. Maklum mood lagi mode : on pas dekat ujiaan aja,soalnya udah biasa di setel pake settingan SKS. (pada tau kan singkatan apa?Angkat tangan bagi yang belum pernah pake mode ini..!hii..hhi). But jangan ditiru yah,karena ini bukan gaya belajar yang baik and hasilnya gag bakal maximal. Kalo udah mati lampu gini bawaannya pengen tidur. Ya udah daripada bengong mending bobo aja, barang sejam dua jaman lah. Mudah2an pas aku bangun nanti lampunya udah nyala. Gak lupa aku pasang alarm biar tidurnya gak kebablasan sampe pagi. Sekitar jam sebelas lampunya nyala,bersamaan dengan bunyi alarm hpku. Aku terbangun, lalu ke kamar mandi buat cuci muka biar rasa ngantuknuya hilang. Rasanya begadang gak afdol tanpa kopi. Aku siapkan secangkir cappuccino untuk menemani malam panjangku. Kembali aku bergulat dengan catatan, tiba2 aku teringat kalo malam ini ada acara Republik Cinta midnight di TPI, langsung aku nyalain TV di kamarku. Iya benar acaranya udah mulai, nonton dulu ah, belajarnya sambil nonton aja. He..he. Enak juga liat video klip dewa19 dari yang jadul banget sampe yang sekarang, tetap enak cing musik2nya dewa. Terus aku juga mau liat p’vom anak2 the rock, keren banget deh, palagi gitarisnya, gak da matinya. I like them..Jam 12 acara RCM midnitenya selesai, ni baru aku serius belajar. Berkutat dengan buku sampai pagi. Ya allah semoga ujianku nanti sukses..amin.

Copyright @ Miscellaneous Thoughts | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger | Distributed by: best blogger template personal best blogger magazine theme | cheapest vpn for mac cheap vpn with open ports