Showing posts with label Happy Family. Show all posts
Showing posts with label Happy Family. Show all posts

Snow For My Beloved Father


Seputih salju yang jatuh menuruni lereng bukit berbatu. Malam dimana kau berjalan dengan langkah tuamu, lelah kau pikul segala penderitaan milikku. Engkaulah makna yang tersimpan, diantara ribuan cahaya kecil yang beterbangan menuju surga. Berkelip, meredup, berpendar. Tak hirau akan keindahan, bagimu kebahagiaan ialah nafasku. Terus kau sampirkan luka itu, meski darahmu berceceran sepanjang jalan bersalju.

Mengapa aku pergi? Sebab aku punya ini, sebab kutahu aku bukanlah mimpi. Aku hanya kunang-kunang yang tersesat diantara mawar berduri, kemudian lenganmu yang selembut melati mengangkatku tinggi-tinggi. Membawaku terbang mengusap bintang, yang pada akhirnya ialah air matamu, Ayah.

Ayah, aku bukanlah harapan yang sepantasnya, Berhentilah memelukku kali ini saja, biarkan aku pergi sebab aku telah usai. Kan kubuaikan harapan baru kedalam haru hatimu, kemudian biarkan ia dewasa, dan menggantikanku selamanya. Biarlah apa yang terjadi menjadi aku, sedang yang kau inginkan menjadi bias harapan baru.

Dear Mom and Dad


Bertahun-tahun kau dewasakan hati kecil ini. Meski waktu yang keras telah menatahkan hari. Semandungmu menguatkanku, tanpa pernah menyerah. Membawaku terbang setiap detik menuju hal-hal baru, yang tak bisa ku tumbuhkan dengan tangna dan mataku.
Mungkin aku belum cukup berterimakasih, tapi dalam sanubari engkaulah yang terkasih. Meski keadaan membuatku ragu dan bimbang, tuk katakan betapa kau sungguh sangat berarti.
Saat ini pula kusadari, usiamu yang semakin senja dan gelap yang menjalar di dinding hati. Memaksamu untuk berbaring, tanpa memutuskan do’a untukku. Jemarimu yang semakin kurus, betapa kehadiranku merenggut kebahagiaanmu. Aku minta maaf, bila sampai saat ini aku masih membuatmu menangis, bahwasanya aku bukan lagi anak kecil yang menghabiskan waktu bersamamu. Yang selalu berada di dekatmu untuk kau pandang dengan binary mata penuh haru.

Get Up! Miss U Mom


Mom, aku tidak pulang ke rumah kali ini, bukannya aku tak rindu ataupun tak punya waktu, hanya saja hari-hariku terpakai untuk menyulam mimpi yang menyita tiap detikku. Enam hari dalam seminggu aku harus bolak-balik ke gedung tempatku menempa ilmu, menjemput pelajaran yang sempat tercecer, selebihnya ku habiskan mendekam di kamar kontrakan, berkawan dengan komputer dan buku-buku. Mimpi itu hampir matang, Mom. Aku sedang meramunya.

Daddy and Pussy Cats


Ayahku adalah seorang laki-laki penyayang kucing. Ada banyak kucing berkeliaran di rumah kami. Mulai dari kucing lansia, paro baya, remaja, anak-anak, sampai pada bayi-bayi kucing yang masih menyusu pada induknya. Mereka sudah seperti keluarga besar yang menambah riuh suasana rumah. Awalnya karena kebiasaan ayah yang suka memberi makan kucing-kucing liar yang datang ke rumah. Lama kelamaan mereka betah, dan menganggap ayah sebagai tuannya. Dari beberapa ekor  menjelma menjadi banyak. sebab kucing betina pun mulai beranak, tiap kali beranak tidak hanya melahirkan satu ekor bayi kucing. Selalu kembar. Kembar dua, kembar, tiga, bahkan kembar empat. Setiap kucing betina selalu berbakat bunting. Mereka berkembang biak. Beranak pinak. Kawanan kucing yang lucu-lucu menyemarakkan rumah kami.

Lamentation

Air mata apa yang kau punya

Hingga bulirannya mampu meredam luka

Peluh bersimbah luluh dengan tanah

Darah membuncah kadang di selipi amarah

Namun cintamu tetap berlinang

Terus menggenangi  aku, dia, dan dia

Tak tampak bahasa lelah di setiap langkah

Walau gerimis menancapkan kaki di punggungmu

Meski surya menyengat kulitmu

Kasihmu tetap membakar.


Sebaris Puisi Pengganti Kado Ulang Tahun yang Tak Pernah Ada

Rentang waktu kian melaju seiring bertambah usiamu
Memenggal tiap tahun jatah hidupmu yang makin berkurang
Detik berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan,
Bulan berubah jadi tahun
Waktu mengejarmu, terus hingga hari ini.
Tepat delapan belas tahun silam kau hadir member warna baru dunia

Princess Of Nina

This is about she.....
Nama : Nina Permata
Panggilan : Nina
Tetala : Kotobaru, 19 Januari 1991
Sekolah : - TK Aisyah Bustanul Athfal Tanjung Pandaisikek
               - SDN 17 Pagupagu Pandaisikek
               - MTsD Pandaisikek
               - MAN 1 Padangpanjang
               - Akbid Imam Bonjol Padangpanjang
Hobi : Masak ,
Cita-cita :
Makanan :
Minuman :
Musik :
Penyanyi :
Buku :
Warna :
Binatang :
Tempat nongkrong :
Paling disuka :
Paling dibenci :
Paling ditakut :
Karakter :

My Little Anggun


Ini dia adikku paling bontot.
This is about she.....
Nama : Anggun Cornelis
Panggilan : Anggun
Tetala : Kotobaru, 14 Oktober 1992
Sekolah : - TK Aisyah Bustanul Athfal Tanjung Pandaisikek
               - SDN 17 Pagupagu Pandaisikek
               - MTsN Padangpanjang
               - SMAN 1 Padangpanjang
Hobi : ngutak atik komputer, nonton tv, main games ( hobi enggak jelas lainnya :p)
Cita-cita : masuk surga ( what?)
Makanan : Nasi goreng lada hitam ayam setengah matang telur mata kucing spesial
Minuman : jus buah
Musik : pop
Penyanyi : ungu
Buku : negeri 5 menara
Film : harry potter
Warna : biru
Binatang : kucing
Tempat nongkrong : kamar pribadi
Paling disuka : main
Paling dibenci : di suruh-suruh
Paling ditakuti : tikus curut
Karakter : sok cool
Bisa di temukan di kolong tempat tidur......
Showing posts with label Happy Family. Show all posts
Showing posts with label Happy Family. Show all posts

2011/03/21

Snow For My Beloved Father


Seputih salju yang jatuh menuruni lereng bukit berbatu. Malam dimana kau berjalan dengan langkah tuamu, lelah kau pikul segala penderitaan milikku. Engkaulah makna yang tersimpan, diantara ribuan cahaya kecil yang beterbangan menuju surga. Berkelip, meredup, berpendar. Tak hirau akan keindahan, bagimu kebahagiaan ialah nafasku. Terus kau sampirkan luka itu, meski darahmu berceceran sepanjang jalan bersalju.

Mengapa aku pergi? Sebab aku punya ini, sebab kutahu aku bukanlah mimpi. Aku hanya kunang-kunang yang tersesat diantara mawar berduri, kemudian lenganmu yang selembut melati mengangkatku tinggi-tinggi. Membawaku terbang mengusap bintang, yang pada akhirnya ialah air matamu, Ayah.

Ayah, aku bukanlah harapan yang sepantasnya, Berhentilah memelukku kali ini saja, biarkan aku pergi sebab aku telah usai. Kan kubuaikan harapan baru kedalam haru hatimu, kemudian biarkan ia dewasa, dan menggantikanku selamanya. Biarlah apa yang terjadi menjadi aku, sedang yang kau inginkan menjadi bias harapan baru.

Dear Mom and Dad


Bertahun-tahun kau dewasakan hati kecil ini. Meski waktu yang keras telah menatahkan hari. Semandungmu menguatkanku, tanpa pernah menyerah. Membawaku terbang setiap detik menuju hal-hal baru, yang tak bisa ku tumbuhkan dengan tangna dan mataku.
Mungkin aku belum cukup berterimakasih, tapi dalam sanubari engkaulah yang terkasih. Meski keadaan membuatku ragu dan bimbang, tuk katakan betapa kau sungguh sangat berarti.
Saat ini pula kusadari, usiamu yang semakin senja dan gelap yang menjalar di dinding hati. Memaksamu untuk berbaring, tanpa memutuskan do’a untukku. Jemarimu yang semakin kurus, betapa kehadiranku merenggut kebahagiaanmu. Aku minta maaf, bila sampai saat ini aku masih membuatmu menangis, bahwasanya aku bukan lagi anak kecil yang menghabiskan waktu bersamamu. Yang selalu berada di dekatmu untuk kau pandang dengan binary mata penuh haru.

2011/03/19

Get Up! Miss U Mom


Mom, aku tidak pulang ke rumah kali ini, bukannya aku tak rindu ataupun tak punya waktu, hanya saja hari-hariku terpakai untuk menyulam mimpi yang menyita tiap detikku. Enam hari dalam seminggu aku harus bolak-balik ke gedung tempatku menempa ilmu, menjemput pelajaran yang sempat tercecer, selebihnya ku habiskan mendekam di kamar kontrakan, berkawan dengan komputer dan buku-buku. Mimpi itu hampir matang, Mom. Aku sedang meramunya.

2011/01/14

Daddy and Pussy Cats


Ayahku adalah seorang laki-laki penyayang kucing. Ada banyak kucing berkeliaran di rumah kami. Mulai dari kucing lansia, paro baya, remaja, anak-anak, sampai pada bayi-bayi kucing yang masih menyusu pada induknya. Mereka sudah seperti keluarga besar yang menambah riuh suasana rumah. Awalnya karena kebiasaan ayah yang suka memberi makan kucing-kucing liar yang datang ke rumah. Lama kelamaan mereka betah, dan menganggap ayah sebagai tuannya. Dari beberapa ekor  menjelma menjadi banyak. sebab kucing betina pun mulai beranak, tiap kali beranak tidak hanya melahirkan satu ekor bayi kucing. Selalu kembar. Kembar dua, kembar, tiga, bahkan kembar empat. Setiap kucing betina selalu berbakat bunting. Mereka berkembang biak. Beranak pinak. Kawanan kucing yang lucu-lucu menyemarakkan rumah kami.

2011/01/03

Lamentation

Air mata apa yang kau punya

Hingga bulirannya mampu meredam luka

Peluh bersimbah luluh dengan tanah

Darah membuncah kadang di selipi amarah

Namun cintamu tetap berlinang

Terus menggenangi  aku, dia, dan dia

Tak tampak bahasa lelah di setiap langkah

Walau gerimis menancapkan kaki di punggungmu

Meski surya menyengat kulitmu

Kasihmu tetap membakar.


2010/10/02

Sebaris Puisi Pengganti Kado Ulang Tahun yang Tak Pernah Ada

Rentang waktu kian melaju seiring bertambah usiamu
Memenggal tiap tahun jatah hidupmu yang makin berkurang
Detik berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan,
Bulan berubah jadi tahun
Waktu mengejarmu, terus hingga hari ini.
Tepat delapan belas tahun silam kau hadir member warna baru dunia

2010/09/11

Princess Of Nina

This is about she.....
Nama : Nina Permata
Panggilan : Nina
Tetala : Kotobaru, 19 Januari 1991
Sekolah : - TK Aisyah Bustanul Athfal Tanjung Pandaisikek
               - SDN 17 Pagupagu Pandaisikek
               - MTsD Pandaisikek
               - MAN 1 Padangpanjang
               - Akbid Imam Bonjol Padangpanjang
Hobi : Masak ,
Cita-cita :
Makanan :
Minuman :
Musik :
Penyanyi :
Buku :
Warna :
Binatang :
Tempat nongkrong :
Paling disuka :
Paling dibenci :
Paling ditakut :
Karakter :

My Little Anggun


Ini dia adikku paling bontot.
This is about she.....
Nama : Anggun Cornelis
Panggilan : Anggun
Tetala : Kotobaru, 14 Oktober 1992
Sekolah : - TK Aisyah Bustanul Athfal Tanjung Pandaisikek
               - SDN 17 Pagupagu Pandaisikek
               - MTsN Padangpanjang
               - SMAN 1 Padangpanjang
Hobi : ngutak atik komputer, nonton tv, main games ( hobi enggak jelas lainnya :p)
Cita-cita : masuk surga ( what?)
Makanan : Nasi goreng lada hitam ayam setengah matang telur mata kucing spesial
Minuman : jus buah
Musik : pop
Penyanyi : ungu
Buku : negeri 5 menara
Film : harry potter
Warna : biru
Binatang : kucing
Tempat nongkrong : kamar pribadi
Paling disuka : main
Paling dibenci : di suruh-suruh
Paling ditakuti : tikus curut
Karakter : sok cool
Bisa di temukan di kolong tempat tidur......

Copyright @ Miscellaneous Thoughts | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger | Distributed by: best blogger template personal best blogger magazine theme | cheapest vpn for mac cheap vpn with open ports