Boekittinggi Again
Labels:
personal
Realita
Labels:
Cupid Poems
Menjejaki setiap jengkal bumi yang ku pijak
Tak ada lagi air mata yang akan mengiringi kisah duka
Realita terus bicara seperti bertuan pada logika
Tanpa mengerti bahwa rasa masih ada bersemayam di dada
Aku menari di antara jelaga jelaga yang membumbung liar
Tanpa peduli hitam mewarnai raga yang seakan terbakar
Namun batin masih menyisakan kesucian tanpa noda
Karena Dunia bukan surga yang harus di agungkan
Bukan pula neraka yang harus dibinasakan
Dia hanya gerbang menuju keabdian.
I'm leaving You
Labels:
personal
Dear my lover….Aku minta maaf atas keputusanku ini, keadaan memaksaku untuk menjauh darimu. Tak ada lagi alasan bagi kita untuk terus bersatu dalam hubungan ini. Karena akan menjadi bom waktu yang siap untuk meledak suatu saat nanti. Aku tak ingin semuanya menghancurkan hidupmu dan hidupku. Memang perpisahan sangat menyakitkan. Tapi aku sama sekali tak pernah menyesal pernah mengenalmu. Karena bersamamu aku telah belajar banyak hal. Dan kamu adalah orang yang sangat penting dalam hidupku. Mungkin tanpa kamu aku tak akan bisa mengenal arti cinta. Aku sangat berterima kasih karena kamu telah mencintaiku. Tapi cinta bukan satu satunya hal yang terpenting dalam sebuah hubungan. Aku tak pernah sedikitpun meragukan ketulusan cintamu, bahkan aku tak pernah mencintai sedalam kau mencintaiku. Banyak hal yang aku inginkan selain cinta dari mu, tapi sejauh ini aku tak pernah menemukannya dalam dirimu. Aku lelah menunggu, kau tak pernah berubah.
Babe,I’m leaving you…..
Babe,I’m leaving you…..
Resah
Labels:
Cupid Poems
Apakah malam bisa menyembunyikan ke kalutanku?Kalau begitu aku tak ingin malam berganti siang
Bersama bintang aku menari di balik purnama
Tapi kenapa hati terus resah seakan gelap malam menelanku
Mungkin mentari yang dapat mencerahkan hati yang suram
Tapi kenapa kalbu memanas seakan terbakar
Tak kutemukan tempat untuk lari
Hati tetap saja sunyi
Cinta tak pernah singgah saat aku ingin berlabuh
Lazy
Labels:
personal
Aktivitasku dimulai dari jam 5 pagi. Aku terbangun ketika mendengar azan berkumandang, suara muazin mengalun syahdu di telingaku. Karena jarak rumahku dekat dengan mesjid, suara dari pengeras suara terdengar jelas. Namun mataku tidak mau di ajak berkompromi, terasa sulit untuk di buka. Seakan ada pemberat yang membuatnya terpejam lagi. Udara dingin masuk ke dalam kamarku, reflek aku menarik selimut untuk menghangatkan tubuhku, sehingga membuatku enggan meninggalkan tempat tidur yang hangat dan nyaman. Aku melanjutkan kembali tidurku. Padahal semalam aku sudah berniat untuk bangun lebih awal dan pergi shalat subuh berjamaah ke mesjid. Sebelum tidur aku berdoa agar dibangunkan ketika azan subuh. Memang benar kata orang, bahwa malaikat akan membangunkan setiap insane dikala fajar untk menghadap Sang Khalik.Metamorfosa
Labels:
personal

Waktu mengejarku, memasuki umur yang semakin menua. sebuah pencapaian usia yang mulai matang. Aku bukan anak-anak lagi dan masa remajaku juga sudah lewat. Gerbang kedewasaan mulai menapaki hidupku, lorong waktu terus berjalan tanpa aku sadari. Sudah dua puluh tahun berlalu sejak aku mulai membuka mata dan mengucapkan selamat datang pada dunia, saat itu aku bukan siapa-siapa. Makhluk mungil tak berdaya yang hanya bisa merengek agar orang-orang bisa memahamiku. Berada dalam dekapan hangat bunda, hanya itu yang membuatku nyaman, tanpa tau untuk apa aku dikeluarkan dari dari rahimnya dan bergabung dengan makluk dunia yang tidak aku kenal. Yang jelas aku telah membuat perjanjian dengan sang khalik, ketika ruh ditiupkan ke dalan ragaku, aku hanyalah seorang hamba yang ditugaskan untuk menjadi khalifah di muka bumi, dan suatu nanti saat aku akan kembali kepangkuan-Nya, sebuah kepastian yang tak pernah aku tahu kapan masanya. Inilah saatnya aku bersandiwara dalam panggung dunia, tentunya debgan skenario hebat dari sutradara yang maha agung. Apakah aku bisa membawakan peranku dengan mulus, tak terasa kepompong mulai menjalani metamorfosa kehidupan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.
Lonely
Labels:
personal

Kadang aku merasa orang yang paling kesepian di dunia. Walaupun banyak orang menemani hari-hariku. Keluarga dan sahabat-sahabat yang menyayangiku, tapi sepertinya itu tidak lengkap, seperti ada yang kurang dalam hidupku. Ada ruang kosong di sudut hatiku yang belum terisi. Jiwaku terasa belum sempurna. Aku selalu berharap Tuhan mengirim seseorang untuk mengisi ruang hampa di hatiku.
Aku butuh seseorang yang selalu ada untukku, mendampingiku setiap saat, tempat berbagi cerita, dan seseorang tempat aku bersandar ketika lelah. Teman hidup yang paling memahami siapa diriku, melebihi aku mengerti siapa diriku sendiri. Seseorang yang selalu memperhatikan kebutuhannku dan memahamiku seutuhnya.
Aku percaya bahwa belahan jiwa itu memang ada. Dia ada di suatu tempat yang tak pernah aku ketahui. Dan pastinya akan tetap menjadi rahasia ilahi sampai waktunya tiba. Suatu saat nanti, di waktu yang tepat Tuhan akan mempertemukan kami, untuk menyatukan hati dan jiwa yang terpisah. Memang, waktunya bukan sekarang, karena semua akan indah pada waktunya.
Aku butuh seseorang yang selalu ada untukku, mendampingiku setiap saat, tempat berbagi cerita, dan seseorang tempat aku bersandar ketika lelah. Teman hidup yang paling memahami siapa diriku, melebihi aku mengerti siapa diriku sendiri. Seseorang yang selalu memperhatikan kebutuhannku dan memahamiku seutuhnya.
Aku percaya bahwa belahan jiwa itu memang ada. Dia ada di suatu tempat yang tak pernah aku ketahui. Dan pastinya akan tetap menjadi rahasia ilahi sampai waktunya tiba. Suatu saat nanti, di waktu yang tepat Tuhan akan mempertemukan kami, untuk menyatukan hati dan jiwa yang terpisah. Memang, waktunya bukan sekarang, karena semua akan indah pada waktunya.
Talk Less Do More
Labels:
personal
“Putuskan apa yang kau inginkan, dan berusahalah untuk menjadikannya kenyataan.
Jangan sampai kau lupa hidup karena terlalu sibuk bermimpi”
(Joseph, When Tomorrow Comes – Peter O’Connor)
Jangan sampai kau lupa hidup karena terlalu sibuk bermimpi”
(Joseph, When Tomorrow Comes – Peter O’Connor)
Belahan jiwa
Labels:
personal

Aku selalu berharap suatu saat nanti dapat bertemu dengan belahan jiwaku. Karena aku percaya bahwa yang namanya soulmate itu emang benar-benar ada. Menurutku belahan jiwa itu seperti seseorang yang mempunyai jiwa yang sama dengan kita. Seperti hati yang terpisah, jiwa itu akan sempurna jika dipertemukan.Keduany saling melengkapi dan menyeimbangkan.
Aku membayangkan ada seseorang yang dapat memahamiku sepenuhnya, mengerti apa yang aku rasakan dan tahu apa yang aku inginkan. Seperti anak kembar identik yang memiliki karakter yang sama dan memiliki memiliki kontak batin yang sangat kuat. Dimana ketika yang satu sakit yang lain juga akan ikut sakit.
I hope…
Aku membayangkan ada seseorang yang dapat memahamiku sepenuhnya, mengerti apa yang aku rasakan dan tahu apa yang aku inginkan. Seperti anak kembar identik yang memiliki karakter yang sama dan memiliki memiliki kontak batin yang sangat kuat. Dimana ketika yang satu sakit yang lain juga akan ikut sakit.
Happy
Labels:
personal

Siapa sih yang enggak pengen hidup bahagia? Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Mending di telan bumi aja dari pada hidup enggak pernah bahagia. Kalau boleh memilih, setiap orang pasti ingin seluruh hidupnya dipenuhi kebahagiaan tanpa ada kesedihan, kesusahan dan penderitaan. But it’s impossible, karena hidup enggak pernah lepas dari yang namanya masalah. Dan permasalahan itulah yang membuat hidup kita penuh warna, kita bisa merasakan kesedihan dan kebahagiaan.
Namun orang cenderung menjadikan masalah-masalah itu sebagai hambatan dalam mencapai kebahagiaan. Padahal masalah dalam hidup adalah media bagi setiap orang untuk meraih kebahagiaannya. Lantas apa yang membuat orang kehilangan kesempatannya untuk merasa bahagia? Bahkan di saat senang pun seseorang belum tentu bahagia.
Jadi bahagia yang sebenarnya itu bagaimana sih? Pertanyaan ini sering kali terlontar dari pikiran kita. Ketika seseorang mempunyai materi yang berlimpah, tajir, tampang menarik, body oke, punya segudang prestasi, dan terkenal. Apakah dia bahagia? Belum tentu! Karena kebahagiaan tidak dapat di ukur berdasarkan hal-hal materi dan dan faktor fisik belaka. Banyak para artis dan orang-orang terkenal yang memiliki kriteria di atas, namun masih mengatakan bahwa hidup mereka tidak bahagia. Sering kita saksikan di layar televisi tentang kasus selebritis dan skandal para pejabat. Mereka memliki segalanya yang orang lain pikir bisa menjadi sumber kebahagiaan. Namun tetap saja timbul kasus artis kawin cerai, perselingkuhan, perebutan hak asuh anak, narkoba, penganiayaan, bahkan kasus pembunuhan melibatkan orang-orang tenar di negeri ini. Jadi jelas bahwa kekuatan harta, tahta, dan ketenaran bukan indikator penentu kebahagiaan seseorang.
Kebahagiaan merupakan hasil dari usaha, pikiran, dan perbuatan yang kita lakukan. Bahagia bukanlah takdir, karena setiap orang berhak menciptakan kebahagiaan bagi dirinya. Jangan berharap kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa kita cari. Dia tidak seperti hujan yang bisa turun begitu saja dari langit. Kita sering berpikir bahwa hidup kita sudah bahagia, enjoy menikmati hidup, dan puas dengan apa yang sudah kita lakukan. Namun kebahagiaan tidak cukup hanya sekedar itu saja. Enggak pingin kan kamu fun menikmati kebahagiaan kamu tapi ujung-ujungnya sad ending dan cerita hidup kamu berakhir dengan penderitaan. Kebahagiaan yang kita inginkan adalah kebahagiaan sejati bukan kebahagiaan semu seperti fatamorgana. Kita ingin bahagia yang kita rasakan berujung dengan bahagia pula. Tidak seperti bahagia yang kita dapatkan dari kesenangan yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri. Karena tidak semua kesenangan adalah kebahagiaan. Ketika seorang maling senang dengan apa yang dilakukannya, ada orang yang senang ketika dia berbuat maksiat dan zhalim. Apakah hal itu pantas disebut kebahagiaan? Namun ada perbuatan yang sepertinya sulit dilakukan tetapi pantas di sebut kebahagiaan. Ketika kamu harus belajar keras menghadapi ujian, awalnya sulit memang, tapi nantinya kamu akan tersenyum dengan nilai yang kamu dapatkan. Dan lihat saja ketika seorang ayah harus bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarnya, awalnya berat tapi berbuah kebahagiaan.
Jadi sobat, perjuangkanlah kebahagiaanmu. Lakukan hal hal positif yang kamu suka. Cari kebahagian yang kamu impikan. Kunci kebahagiaan itu adalah berpikir dan bersikap positif, karena sedih dan bahagia diawaii dari pikiran dan dikendalikan dengan pikiran. Jangan biarkan sinyal negative merasuki pikiran, emosi, dan sikap kamu. Karena itu adalah penghalangmu untuk menggapai bahagia. Ciptaka kebahagiaan untuk dirimu dan orang2 di sekitarmu. Tapi ingat satu hal, jangan pernah berbahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi berbagi kebahagiaanlah dengan semua orang.
Namun orang cenderung menjadikan masalah-masalah itu sebagai hambatan dalam mencapai kebahagiaan. Padahal masalah dalam hidup adalah media bagi setiap orang untuk meraih kebahagiaannya. Lantas apa yang membuat orang kehilangan kesempatannya untuk merasa bahagia? Bahkan di saat senang pun seseorang belum tentu bahagia.
Jadi bahagia yang sebenarnya itu bagaimana sih? Pertanyaan ini sering kali terlontar dari pikiran kita. Ketika seseorang mempunyai materi yang berlimpah, tajir, tampang menarik, body oke, punya segudang prestasi, dan terkenal. Apakah dia bahagia? Belum tentu! Karena kebahagiaan tidak dapat di ukur berdasarkan hal-hal materi dan dan faktor fisik belaka. Banyak para artis dan orang-orang terkenal yang memiliki kriteria di atas, namun masih mengatakan bahwa hidup mereka tidak bahagia. Sering kita saksikan di layar televisi tentang kasus selebritis dan skandal para pejabat. Mereka memliki segalanya yang orang lain pikir bisa menjadi sumber kebahagiaan. Namun tetap saja timbul kasus artis kawin cerai, perselingkuhan, perebutan hak asuh anak, narkoba, penganiayaan, bahkan kasus pembunuhan melibatkan orang-orang tenar di negeri ini. Jadi jelas bahwa kekuatan harta, tahta, dan ketenaran bukan indikator penentu kebahagiaan seseorang.
Kebahagiaan merupakan hasil dari usaha, pikiran, dan perbuatan yang kita lakukan. Bahagia bukanlah takdir, karena setiap orang berhak menciptakan kebahagiaan bagi dirinya. Jangan berharap kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa kita cari. Dia tidak seperti hujan yang bisa turun begitu saja dari langit. Kita sering berpikir bahwa hidup kita sudah bahagia, enjoy menikmati hidup, dan puas dengan apa yang sudah kita lakukan. Namun kebahagiaan tidak cukup hanya sekedar itu saja. Enggak pingin kan kamu fun menikmati kebahagiaan kamu tapi ujung-ujungnya sad ending dan cerita hidup kamu berakhir dengan penderitaan. Kebahagiaan yang kita inginkan adalah kebahagiaan sejati bukan kebahagiaan semu seperti fatamorgana. Kita ingin bahagia yang kita rasakan berujung dengan bahagia pula. Tidak seperti bahagia yang kita dapatkan dari kesenangan yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri. Karena tidak semua kesenangan adalah kebahagiaan. Ketika seorang maling senang dengan apa yang dilakukannya, ada orang yang senang ketika dia berbuat maksiat dan zhalim. Apakah hal itu pantas disebut kebahagiaan? Namun ada perbuatan yang sepertinya sulit dilakukan tetapi pantas di sebut kebahagiaan. Ketika kamu harus belajar keras menghadapi ujian, awalnya sulit memang, tapi nantinya kamu akan tersenyum dengan nilai yang kamu dapatkan. Dan lihat saja ketika seorang ayah harus bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarnya, awalnya berat tapi berbuah kebahagiaan.
Jadi sobat, perjuangkanlah kebahagiaanmu. Lakukan hal hal positif yang kamu suka. Cari kebahagian yang kamu impikan. Kunci kebahagiaan itu adalah berpikir dan bersikap positif, karena sedih dan bahagia diawaii dari pikiran dan dikendalikan dengan pikiran. Jangan biarkan sinyal negative merasuki pikiran, emosi, dan sikap kamu. Karena itu adalah penghalangmu untuk menggapai bahagia. Ciptaka kebahagiaan untuk dirimu dan orang2 di sekitarmu. Tapi ingat satu hal, jangan pernah berbahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi berbagi kebahagiaanlah dengan semua orang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
2010/03/25
Boekittinggi Again
2010/03/14
Realita
Menjejaki setiap jengkal bumi yang ku pijak
Tak ada lagi air mata yang akan mengiringi kisah duka
Realita terus bicara seperti bertuan pada logika
Tanpa mengerti bahwa rasa masih ada bersemayam di dada
Aku menari di antara jelaga jelaga yang membumbung liar
Tanpa peduli hitam mewarnai raga yang seakan terbakar
Namun batin masih menyisakan kesucian tanpa noda
Karena Dunia bukan surga yang harus di agungkan
Bukan pula neraka yang harus dibinasakan
Dia hanya gerbang menuju keabdian.
I'm leaving You
Dear my lover….Aku minta maaf atas keputusanku ini, keadaan memaksaku untuk menjauh darimu. Tak ada lagi alasan bagi kita untuk terus bersatu dalam hubungan ini. Karena akan menjadi bom waktu yang siap untuk meledak suatu saat nanti. Aku tak ingin semuanya menghancurkan hidupmu dan hidupku. Memang perpisahan sangat menyakitkan. Tapi aku sama sekali tak pernah menyesal pernah mengenalmu. Karena bersamamu aku telah belajar banyak hal. Dan kamu adalah orang yang sangat penting dalam hidupku. Mungkin tanpa kamu aku tak akan bisa mengenal arti cinta. Aku sangat berterima kasih karena kamu telah mencintaiku. Tapi cinta bukan satu satunya hal yang terpenting dalam sebuah hubungan. Aku tak pernah sedikitpun meragukan ketulusan cintamu, bahkan aku tak pernah mencintai sedalam kau mencintaiku. Banyak hal yang aku inginkan selain cinta dari mu, tapi sejauh ini aku tak pernah menemukannya dalam dirimu. Aku lelah menunggu, kau tak pernah berubah.
Babe,I’m leaving you…..
Babe,I’m leaving you…..
Resah
Apakah malam bisa menyembunyikan ke kalutanku?Kalau begitu aku tak ingin malam berganti siang
Bersama bintang aku menari di balik purnama
Tapi kenapa hati terus resah seakan gelap malam menelanku
Mungkin mentari yang dapat mencerahkan hati yang suram
Tapi kenapa kalbu memanas seakan terbakar
Tak kutemukan tempat untuk lari
Hati tetap saja sunyi
Cinta tak pernah singgah saat aku ingin berlabuh
Lazy
Aktivitasku dimulai dari jam 5 pagi. Aku terbangun ketika mendengar azan berkumandang, suara muazin mengalun syahdu di telingaku. Karena jarak rumahku dekat dengan mesjid, suara dari pengeras suara terdengar jelas. Namun mataku tidak mau di ajak berkompromi, terasa sulit untuk di buka. Seakan ada pemberat yang membuatnya terpejam lagi. Udara dingin masuk ke dalam kamarku, reflek aku menarik selimut untuk menghangatkan tubuhku, sehingga membuatku enggan meninggalkan tempat tidur yang hangat dan nyaman. Aku melanjutkan kembali tidurku. Padahal semalam aku sudah berniat untuk bangun lebih awal dan pergi shalat subuh berjamaah ke mesjid. Sebelum tidur aku berdoa agar dibangunkan ketika azan subuh. Memang benar kata orang, bahwa malaikat akan membangunkan setiap insane dikala fajar untk menghadap Sang Khalik.Metamorfosa

Waktu mengejarku, memasuki umur yang semakin menua. sebuah pencapaian usia yang mulai matang. Aku bukan anak-anak lagi dan masa remajaku juga sudah lewat. Gerbang kedewasaan mulai menapaki hidupku, lorong waktu terus berjalan tanpa aku sadari. Sudah dua puluh tahun berlalu sejak aku mulai membuka mata dan mengucapkan selamat datang pada dunia, saat itu aku bukan siapa-siapa. Makhluk mungil tak berdaya yang hanya bisa merengek agar orang-orang bisa memahamiku. Berada dalam dekapan hangat bunda, hanya itu yang membuatku nyaman, tanpa tau untuk apa aku dikeluarkan dari dari rahimnya dan bergabung dengan makluk dunia yang tidak aku kenal. Yang jelas aku telah membuat perjanjian dengan sang khalik, ketika ruh ditiupkan ke dalan ragaku, aku hanyalah seorang hamba yang ditugaskan untuk menjadi khalifah di muka bumi, dan suatu nanti saat aku akan kembali kepangkuan-Nya, sebuah kepastian yang tak pernah aku tahu kapan masanya. Inilah saatnya aku bersandiwara dalam panggung dunia, tentunya debgan skenario hebat dari sutradara yang maha agung. Apakah aku bisa membawakan peranku dengan mulus, tak terasa kepompong mulai menjalani metamorfosa kehidupan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.
Lonely

Kadang aku merasa orang yang paling kesepian di dunia. Walaupun banyak orang menemani hari-hariku. Keluarga dan sahabat-sahabat yang menyayangiku, tapi sepertinya itu tidak lengkap, seperti ada yang kurang dalam hidupku. Ada ruang kosong di sudut hatiku yang belum terisi. Jiwaku terasa belum sempurna. Aku selalu berharap Tuhan mengirim seseorang untuk mengisi ruang hampa di hatiku.
Aku butuh seseorang yang selalu ada untukku, mendampingiku setiap saat, tempat berbagi cerita, dan seseorang tempat aku bersandar ketika lelah. Teman hidup yang paling memahami siapa diriku, melebihi aku mengerti siapa diriku sendiri. Seseorang yang selalu memperhatikan kebutuhannku dan memahamiku seutuhnya.
Aku percaya bahwa belahan jiwa itu memang ada. Dia ada di suatu tempat yang tak pernah aku ketahui. Dan pastinya akan tetap menjadi rahasia ilahi sampai waktunya tiba. Suatu saat nanti, di waktu yang tepat Tuhan akan mempertemukan kami, untuk menyatukan hati dan jiwa yang terpisah. Memang, waktunya bukan sekarang, karena semua akan indah pada waktunya.
Aku butuh seseorang yang selalu ada untukku, mendampingiku setiap saat, tempat berbagi cerita, dan seseorang tempat aku bersandar ketika lelah. Teman hidup yang paling memahami siapa diriku, melebihi aku mengerti siapa diriku sendiri. Seseorang yang selalu memperhatikan kebutuhannku dan memahamiku seutuhnya.
Aku percaya bahwa belahan jiwa itu memang ada. Dia ada di suatu tempat yang tak pernah aku ketahui. Dan pastinya akan tetap menjadi rahasia ilahi sampai waktunya tiba. Suatu saat nanti, di waktu yang tepat Tuhan akan mempertemukan kami, untuk menyatukan hati dan jiwa yang terpisah. Memang, waktunya bukan sekarang, karena semua akan indah pada waktunya.
Talk Less Do More
“Putuskan apa yang kau inginkan, dan berusahalah untuk menjadikannya kenyataan.
Jangan sampai kau lupa hidup karena terlalu sibuk bermimpi”
(Joseph, When Tomorrow Comes – Peter O’Connor)
Jangan sampai kau lupa hidup karena terlalu sibuk bermimpi”
(Joseph, When Tomorrow Comes – Peter O’Connor)
Belahan jiwa

Aku selalu berharap suatu saat nanti dapat bertemu dengan belahan jiwaku. Karena aku percaya bahwa yang namanya soulmate itu emang benar-benar ada. Menurutku belahan jiwa itu seperti seseorang yang mempunyai jiwa yang sama dengan kita. Seperti hati yang terpisah, jiwa itu akan sempurna jika dipertemukan.Keduany saling melengkapi dan menyeimbangkan.
Aku membayangkan ada seseorang yang dapat memahamiku sepenuhnya, mengerti apa yang aku rasakan dan tahu apa yang aku inginkan. Seperti anak kembar identik yang memiliki karakter yang sama dan memiliki memiliki kontak batin yang sangat kuat. Dimana ketika yang satu sakit yang lain juga akan ikut sakit.
I hope…Aku membayangkan ada seseorang yang dapat memahamiku sepenuhnya, mengerti apa yang aku rasakan dan tahu apa yang aku inginkan. Seperti anak kembar identik yang memiliki karakter yang sama dan memiliki memiliki kontak batin yang sangat kuat. Dimana ketika yang satu sakit yang lain juga akan ikut sakit.
2010/01/30
Happy

Siapa sih yang enggak pengen hidup bahagia? Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Mending di telan bumi aja dari pada hidup enggak pernah bahagia. Kalau boleh memilih, setiap orang pasti ingin seluruh hidupnya dipenuhi kebahagiaan tanpa ada kesedihan, kesusahan dan penderitaan. But it’s impossible, karena hidup enggak pernah lepas dari yang namanya masalah. Dan permasalahan itulah yang membuat hidup kita penuh warna, kita bisa merasakan kesedihan dan kebahagiaan.
Namun orang cenderung menjadikan masalah-masalah itu sebagai hambatan dalam mencapai kebahagiaan. Padahal masalah dalam hidup adalah media bagi setiap orang untuk meraih kebahagiaannya. Lantas apa yang membuat orang kehilangan kesempatannya untuk merasa bahagia? Bahkan di saat senang pun seseorang belum tentu bahagia.
Jadi bahagia yang sebenarnya itu bagaimana sih? Pertanyaan ini sering kali terlontar dari pikiran kita. Ketika seseorang mempunyai materi yang berlimpah, tajir, tampang menarik, body oke, punya segudang prestasi, dan terkenal. Apakah dia bahagia? Belum tentu! Karena kebahagiaan tidak dapat di ukur berdasarkan hal-hal materi dan dan faktor fisik belaka. Banyak para artis dan orang-orang terkenal yang memiliki kriteria di atas, namun masih mengatakan bahwa hidup mereka tidak bahagia. Sering kita saksikan di layar televisi tentang kasus selebritis dan skandal para pejabat. Mereka memliki segalanya yang orang lain pikir bisa menjadi sumber kebahagiaan. Namun tetap saja timbul kasus artis kawin cerai, perselingkuhan, perebutan hak asuh anak, narkoba, penganiayaan, bahkan kasus pembunuhan melibatkan orang-orang tenar di negeri ini. Jadi jelas bahwa kekuatan harta, tahta, dan ketenaran bukan indikator penentu kebahagiaan seseorang.
Kebahagiaan merupakan hasil dari usaha, pikiran, dan perbuatan yang kita lakukan. Bahagia bukanlah takdir, karena setiap orang berhak menciptakan kebahagiaan bagi dirinya. Jangan berharap kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa kita cari. Dia tidak seperti hujan yang bisa turun begitu saja dari langit. Kita sering berpikir bahwa hidup kita sudah bahagia, enjoy menikmati hidup, dan puas dengan apa yang sudah kita lakukan. Namun kebahagiaan tidak cukup hanya sekedar itu saja. Enggak pingin kan kamu fun menikmati kebahagiaan kamu tapi ujung-ujungnya sad ending dan cerita hidup kamu berakhir dengan penderitaan. Kebahagiaan yang kita inginkan adalah kebahagiaan sejati bukan kebahagiaan semu seperti fatamorgana. Kita ingin bahagia yang kita rasakan berujung dengan bahagia pula. Tidak seperti bahagia yang kita dapatkan dari kesenangan yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri. Karena tidak semua kesenangan adalah kebahagiaan. Ketika seorang maling senang dengan apa yang dilakukannya, ada orang yang senang ketika dia berbuat maksiat dan zhalim. Apakah hal itu pantas disebut kebahagiaan? Namun ada perbuatan yang sepertinya sulit dilakukan tetapi pantas di sebut kebahagiaan. Ketika kamu harus belajar keras menghadapi ujian, awalnya sulit memang, tapi nantinya kamu akan tersenyum dengan nilai yang kamu dapatkan. Dan lihat saja ketika seorang ayah harus bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarnya, awalnya berat tapi berbuah kebahagiaan.
Jadi sobat, perjuangkanlah kebahagiaanmu. Lakukan hal hal positif yang kamu suka. Cari kebahagian yang kamu impikan. Kunci kebahagiaan itu adalah berpikir dan bersikap positif, karena sedih dan bahagia diawaii dari pikiran dan dikendalikan dengan pikiran. Jangan biarkan sinyal negative merasuki pikiran, emosi, dan sikap kamu. Karena itu adalah penghalangmu untuk menggapai bahagia. Ciptaka kebahagiaan untuk dirimu dan orang2 di sekitarmu. Tapi ingat satu hal, jangan pernah berbahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi berbagi kebahagiaanlah dengan semua orang.
Namun orang cenderung menjadikan masalah-masalah itu sebagai hambatan dalam mencapai kebahagiaan. Padahal masalah dalam hidup adalah media bagi setiap orang untuk meraih kebahagiaannya. Lantas apa yang membuat orang kehilangan kesempatannya untuk merasa bahagia? Bahkan di saat senang pun seseorang belum tentu bahagia.
Jadi bahagia yang sebenarnya itu bagaimana sih? Pertanyaan ini sering kali terlontar dari pikiran kita. Ketika seseorang mempunyai materi yang berlimpah, tajir, tampang menarik, body oke, punya segudang prestasi, dan terkenal. Apakah dia bahagia? Belum tentu! Karena kebahagiaan tidak dapat di ukur berdasarkan hal-hal materi dan dan faktor fisik belaka. Banyak para artis dan orang-orang terkenal yang memiliki kriteria di atas, namun masih mengatakan bahwa hidup mereka tidak bahagia. Sering kita saksikan di layar televisi tentang kasus selebritis dan skandal para pejabat. Mereka memliki segalanya yang orang lain pikir bisa menjadi sumber kebahagiaan. Namun tetap saja timbul kasus artis kawin cerai, perselingkuhan, perebutan hak asuh anak, narkoba, penganiayaan, bahkan kasus pembunuhan melibatkan orang-orang tenar di negeri ini. Jadi jelas bahwa kekuatan harta, tahta, dan ketenaran bukan indikator penentu kebahagiaan seseorang.
Kebahagiaan merupakan hasil dari usaha, pikiran, dan perbuatan yang kita lakukan. Bahagia bukanlah takdir, karena setiap orang berhak menciptakan kebahagiaan bagi dirinya. Jangan berharap kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa kita cari. Dia tidak seperti hujan yang bisa turun begitu saja dari langit. Kita sering berpikir bahwa hidup kita sudah bahagia, enjoy menikmati hidup, dan puas dengan apa yang sudah kita lakukan. Namun kebahagiaan tidak cukup hanya sekedar itu saja. Enggak pingin kan kamu fun menikmati kebahagiaan kamu tapi ujung-ujungnya sad ending dan cerita hidup kamu berakhir dengan penderitaan. Kebahagiaan yang kita inginkan adalah kebahagiaan sejati bukan kebahagiaan semu seperti fatamorgana. Kita ingin bahagia yang kita rasakan berujung dengan bahagia pula. Tidak seperti bahagia yang kita dapatkan dari kesenangan yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri. Karena tidak semua kesenangan adalah kebahagiaan. Ketika seorang maling senang dengan apa yang dilakukannya, ada orang yang senang ketika dia berbuat maksiat dan zhalim. Apakah hal itu pantas disebut kebahagiaan? Namun ada perbuatan yang sepertinya sulit dilakukan tetapi pantas di sebut kebahagiaan. Ketika kamu harus belajar keras menghadapi ujian, awalnya sulit memang, tapi nantinya kamu akan tersenyum dengan nilai yang kamu dapatkan. Dan lihat saja ketika seorang ayah harus bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarnya, awalnya berat tapi berbuah kebahagiaan.
Jadi sobat, perjuangkanlah kebahagiaanmu. Lakukan hal hal positif yang kamu suka. Cari kebahagian yang kamu impikan. Kunci kebahagiaan itu adalah berpikir dan bersikap positif, karena sedih dan bahagia diawaii dari pikiran dan dikendalikan dengan pikiran. Jangan biarkan sinyal negative merasuki pikiran, emosi, dan sikap kamu. Karena itu adalah penghalangmu untuk menggapai bahagia. Ciptaka kebahagiaan untuk dirimu dan orang2 di sekitarmu. Tapi ingat satu hal, jangan pernah berbahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi berbagi kebahagiaanlah dengan semua orang.