Nulis Yuk!

Aku terlalu sibuk memikirkan apa yang harus ku tulis dan bagaimana merangkai kata-kata untuk menciptakan sebuah tulisan. Padahal banyak yang ide yang berkecamuk dipikiranku yang bisa kutuangkan dalam tulisanku. Ah, aku tak peduli lagi dengan kata-kata yang akan terlontar dalam barisan tulisan yang ku rangkai. Yang penting aku menulis, menulis apapun yang terlintas dalam benak dan apapun yang terasa dalam hati. Terlalu banyak waktu yang ku habiskan untuk hal-hal yang tak berguna. Lebih baik aku berkisah tentang hidupku, bercerita tentang harapan dan impian, merekam semuanya. Tulisan menandakan bahwa aku pernah hidup dan menikmatinya.

Lamentation

Air mata apa yang kau punya

Hingga bulirannya mampu meredam luka

Peluh bersimbah luluh dengan tanah

Darah membuncah kadang di selipi amarah

Namun cintamu tetap berlinang

Terus menggenangi  aku, dia, dan dia

Tak tampak bahasa lelah di setiap langkah

Walau gerimis menancapkan kaki di punggungmu

Meski surya menyengat kulitmu

Kasihmu tetap membakar.


PWC Reject Me

Baru saja aku merima sms dari sebuah nomor yang tidak aku kenal. Setelah ku baca, ternyata sms itu berasal dari PWC. Huu...sebuah sms penolakan, yang menyatakan aku tidak bisa melanjutkan tes berikutnya. Langsung ku cek emailku, ada kotak masuk baru disana. Masih dari PWC.

Sepucuk Surat Untuk Sahabat yang Sedang Berulang Tahun.


Kepada Yuna_Chan

Sahabat yang kusayangi dan kukasihi.

Jemariku bergetar, kenangan masa lalu kita terputar. Memoriku kembali ke masa silam Enam tahun lalu, awal aku mengenalmu, saat kita sama-sama memasuki bangku SMA. Dengan mudah aku mengenalimu, karena kamu adalah teman cewek terjangkung yang pernah aku punya:) Aku masih ingat wajah ramahmu yang kerap kali menyapaku. Nama kerenmu masih terngiang ditelingaku meskipun sudah terasa asing di lidahku untuk menyebutnya.  Di gedung sekolah berwarna  biru itu, kita menikmati indahnya masa-masa SMA. Hari-hari yang penuh dengan canda, tawa, dan kebersamaan.

Get Married

Akhirnya sepupuku Ade melepas masa lajangnya, di permulaan tahun ini dengan gadis pujaan hatinya ( cieilee). Kalau udah ketemu jodoh ngapain harus nunggu lagi. Mendingan nikah daripada menjalani hubungan enggak jelas ( baca : pacaran ). Di umur yang udah memasuki kepala dua ini, pertanyaan ke arah sana pun sering dilontarkan padaku. 
" Kamu kapan wisuda?"
" Udah punya pacar belum?"
" Kapan kawin ?" 
Hanya bisa meringis.
"Mei," jawabku asal.




On the Eve of the New Year

PWC Road to Padang


Yeah mencoba peruntungan lagi dengan mengikuti test PWC. Kali ini pihak PWC mengadakan roadshow ke UNAND, satu-satunya universitas di luar pulau jawa yang di datangi. Open requitment di buka bagi seluruh mahasiswa akuntansi Unand yang sudah diwisuda maupun yang akan tamat seperti aku ini, angkatan 2007.
Tidak yakin dengan hasi test yang pernah aku ikuti bulan lalu, aku kembali mencoba kesempatan ini. Sayang banget kalau dilewatkan, secara testnya dilakukan di Padang.  Kalau testnya di Jakarta, aku gak bakal ikutan lagi. Biaya ke sana mahal. 
Mudah-mudahan nasib baik berpihak padaku kali ini, semoga aku lulus di salah satu test yang pernah aku coba. Aku berharap banget bisa langsung kerja setamat kuliah ini. Siapa tahu PWC jodohku. Semoga.

Donor Darah


Hari ini tepat pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2010 jam 11.15 WIP (Waktu Indonesia Padang) untuk yang pertama kali dalam sejarah hidupku (halah!), aku memberanikan diri untuk merelakan tetesan darahku disedot dari tubuh ini untuk didonorkan pada orang lain. Lebih kurang seperempat jam aku menunggu kantong darah itu terisi penuh. Dengan tenang aku menunggu dan memperhatikan aliran darahku mengalir dengan lancar  melewati pipa kecil menuju kantong penampungnya. Tidak lama, ternyata 250 ml cairan darahku sudah berpindah ke kantong penampung darah. 

Jangan mengemis lagi!


Suatu sore aku tengah asik menyantap hidangan dengan seorang sahabat di sebuah café di kawasan pantai kota Padang. Tiba – tiba muncul seorang anak kecil tengah menggendong bayi menghampiri meja kami. Dia menyodorkan sebuah kantong plastik lusuh ke arahku.

“ Sidakah Ni,” ujarnya dengan tampang dan suara memelas.
“ Maaf lu Diak,” kataku.

Demi Kawan


Pada suatu hari di suatu kamp latihan militer, sersan pelatih muncul dan tiba-tiba mencampakkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda. Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan. Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu tidak 'hidup' dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka. Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi. Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan rakan-rekan sesama prajurit.

Tahun itu ia dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang.

Unknown Author

2011/01/03

Nulis Yuk!

Aku terlalu sibuk memikirkan apa yang harus ku tulis dan bagaimana merangkai kata-kata untuk menciptakan sebuah tulisan. Padahal banyak yang ide yang berkecamuk dipikiranku yang bisa kutuangkan dalam tulisanku. Ah, aku tak peduli lagi dengan kata-kata yang akan terlontar dalam barisan tulisan yang ku rangkai. Yang penting aku menulis, menulis apapun yang terlintas dalam benak dan apapun yang terasa dalam hati. Terlalu banyak waktu yang ku habiskan untuk hal-hal yang tak berguna. Lebih baik aku berkisah tentang hidupku, bercerita tentang harapan dan impian, merekam semuanya. Tulisan menandakan bahwa aku pernah hidup dan menikmatinya.

Lamentation

Air mata apa yang kau punya

Hingga bulirannya mampu meredam luka

Peluh bersimbah luluh dengan tanah

Darah membuncah kadang di selipi amarah

Namun cintamu tetap berlinang

Terus menggenangi  aku, dia, dan dia

Tak tampak bahasa lelah di setiap langkah

Walau gerimis menancapkan kaki di punggungmu

Meski surya menyengat kulitmu

Kasihmu tetap membakar.


PWC Reject Me

Baru saja aku merima sms dari sebuah nomor yang tidak aku kenal. Setelah ku baca, ternyata sms itu berasal dari PWC. Huu...sebuah sms penolakan, yang menyatakan aku tidak bisa melanjutkan tes berikutnya. Langsung ku cek emailku, ada kotak masuk baru disana. Masih dari PWC.

Sepucuk Surat Untuk Sahabat yang Sedang Berulang Tahun.


Kepada Yuna_Chan

Sahabat yang kusayangi dan kukasihi.

Jemariku bergetar, kenangan masa lalu kita terputar. Memoriku kembali ke masa silam Enam tahun lalu, awal aku mengenalmu, saat kita sama-sama memasuki bangku SMA. Dengan mudah aku mengenalimu, karena kamu adalah teman cewek terjangkung yang pernah aku punya:) Aku masih ingat wajah ramahmu yang kerap kali menyapaku. Nama kerenmu masih terngiang ditelingaku meskipun sudah terasa asing di lidahku untuk menyebutnya.  Di gedung sekolah berwarna  biru itu, kita menikmati indahnya masa-masa SMA. Hari-hari yang penuh dengan canda, tawa, dan kebersamaan.

2011/01/01

Get Married

Akhirnya sepupuku Ade melepas masa lajangnya, di permulaan tahun ini dengan gadis pujaan hatinya ( cieilee). Kalau udah ketemu jodoh ngapain harus nunggu lagi. Mendingan nikah daripada menjalani hubungan enggak jelas ( baca : pacaran ). Di umur yang udah memasuki kepala dua ini, pertanyaan ke arah sana pun sering dilontarkan padaku. 
" Kamu kapan wisuda?"
" Udah punya pacar belum?"
" Kapan kawin ?" 
Hanya bisa meringis.
"Mei," jawabku asal.




On the Eve of the New Year

2010/12/31

PWC Road to Padang


Yeah mencoba peruntungan lagi dengan mengikuti test PWC. Kali ini pihak PWC mengadakan roadshow ke UNAND, satu-satunya universitas di luar pulau jawa yang di datangi. Open requitment di buka bagi seluruh mahasiswa akuntansi Unand yang sudah diwisuda maupun yang akan tamat seperti aku ini, angkatan 2007.
Tidak yakin dengan hasi test yang pernah aku ikuti bulan lalu, aku kembali mencoba kesempatan ini. Sayang banget kalau dilewatkan, secara testnya dilakukan di Padang.  Kalau testnya di Jakarta, aku gak bakal ikutan lagi. Biaya ke sana mahal. 
Mudah-mudahan nasib baik berpihak padaku kali ini, semoga aku lulus di salah satu test yang pernah aku coba. Aku berharap banget bisa langsung kerja setamat kuliah ini. Siapa tahu PWC jodohku. Semoga.

Donor Darah


Hari ini tepat pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2010 jam 11.15 WIP (Waktu Indonesia Padang) untuk yang pertama kali dalam sejarah hidupku (halah!), aku memberanikan diri untuk merelakan tetesan darahku disedot dari tubuh ini untuk didonorkan pada orang lain. Lebih kurang seperempat jam aku menunggu kantong darah itu terisi penuh. Dengan tenang aku menunggu dan memperhatikan aliran darahku mengalir dengan lancar  melewati pipa kecil menuju kantong penampungnya. Tidak lama, ternyata 250 ml cairan darahku sudah berpindah ke kantong penampung darah. 

2010/12/21

Jangan mengemis lagi!


Suatu sore aku tengah asik menyantap hidangan dengan seorang sahabat di sebuah café di kawasan pantai kota Padang. Tiba – tiba muncul seorang anak kecil tengah menggendong bayi menghampiri meja kami. Dia menyodorkan sebuah kantong plastik lusuh ke arahku.

“ Sidakah Ni,” ujarnya dengan tampang dan suara memelas.
“ Maaf lu Diak,” kataku.

2010/12/09

Demi Kawan


Pada suatu hari di suatu kamp latihan militer, sersan pelatih muncul dan tiba-tiba mencampakkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda. Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan. Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu tidak 'hidup' dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka. Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi. Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan rakan-rekan sesama prajurit.

Tahun itu ia dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang.

Unknown Author

Copyright @ Miscellaneous Thoughts | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger | Distributed by: best blogger template personal best blogger magazine theme | cheapest vpn for mac cheap vpn with open ports