PWC Road to Padang


Yeah mencoba peruntungan lagi dengan mengikuti test PWC. Kali ini pihak PWC mengadakan roadshow ke UNAND, satu-satunya universitas di luar pulau jawa yang di datangi. Open requitment di buka bagi seluruh mahasiswa akuntansi Unand yang sudah diwisuda maupun yang akan tamat seperti aku ini, angkatan 2007.
Tidak yakin dengan hasi test yang pernah aku ikuti bulan lalu, aku kembali mencoba kesempatan ini. Sayang banget kalau dilewatkan, secara testnya dilakukan di Padang.  Kalau testnya di Jakarta, aku gak bakal ikutan lagi. Biaya ke sana mahal. 
Mudah-mudahan nasib baik berpihak padaku kali ini, semoga aku lulus di salah satu test yang pernah aku coba. Aku berharap banget bisa langsung kerja setamat kuliah ini. Siapa tahu PWC jodohku. Semoga.

Donor Darah


Hari ini tepat pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2010 jam 11.15 WIP (Waktu Indonesia Padang) untuk yang pertama kali dalam sejarah hidupku (halah!), aku memberanikan diri untuk merelakan tetesan darahku disedot dari tubuh ini untuk didonorkan pada orang lain. Lebih kurang seperempat jam aku menunggu kantong darah itu terisi penuh. Dengan tenang aku menunggu dan memperhatikan aliran darahku mengalir dengan lancar  melewati pipa kecil menuju kantong penampungnya. Tidak lama, ternyata 250 ml cairan darahku sudah berpindah ke kantong penampung darah. 

Jangan mengemis lagi!


Suatu sore aku tengah asik menyantap hidangan dengan seorang sahabat di sebuah cafĂ© di kawasan pantai kota Padang. Tiba – tiba muncul seorang anak kecil tengah menggendong bayi menghampiri meja kami. Dia menyodorkan sebuah kantong plastik lusuh ke arahku.

“ Sidakah Ni,” ujarnya dengan tampang dan suara memelas.
“ Maaf lu Diak,” kataku.

Demi Kawan


Pada suatu hari di suatu kamp latihan militer, sersan pelatih muncul dan tiba-tiba mencampakkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda. Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan. Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu tidak 'hidup' dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka. Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi. Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan rakan-rekan sesama prajurit.

Tahun itu ia dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang.

Unknown Author

Daftar Kebaikan

Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan menuliskannya. Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas, setiap orang menyerahkan hasilnya.

Boleh gak aku nangis pagi ini?


Boleh gak aku buka pintu langsung lari?
Aku ingin membentak diri sendiri
Membanting tubuh hingga sakitnya gak terasa lagi..

Kalau cinta itu bayangan..
Boleh nggak aku sinar yang menangkap bayangan itu..
Kalau cinta itu seperti laut..
Boleh gak aku tenggelam dan gak pernah keluar lagi..

Bila Ibu Boleh Memilih


Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu...
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,,,, engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata...

Bahaya Mie Instant


Buat anak kos / yang suka makan  mie, hati – hati!

Berkat informasi dari seorang  dokter: "Keluarga  kami berhenti mengkonsumsi mie instan
sejak lebih dari 5  tahun yang lalu setelah mengetahui  tentang adanya BAHAN  PLASTIK yang terdapat dalam mie  instan tersebut."

Berikut pengakuan Dr. Suyadi dari Jakarta:
Awalnya, keluarga kami adalah keluarga  penggemar  mie, apalagi kebetulan kami suami-istri
bekerja. Karena  sibuk maka mie instan menjadi pilihan  utama makanan kami  sekeluarga. Namun sejak kami  menemukan bahan PLASTIK dalam  mie instan tersebut, kami LANGSUNG  berhenti  mengkonsumsinya. Penelitian  laboratorium Fakultas  Kedokteran Universitas Indonesia  membuktikan bahwa 100%, atau SELURUH sampel mie instan yang beredar di pasaran  MENGANDUNG BAHAN PLASTIK yang  tentunya sangat berbahaya bagi pencernaan.

Dr. Hasan Budiman, kepala laboratorium Fakultas Kedokteran UI menyatakan, bahwa dalam SELURUH sampel yang diambilnya di pasar swalayan, toko-toko dan warung di wilayah DKI dan sekitarnya ditemukan bahan plastik yang tidak mungkin bisa dicerna dalam sistem
pencernaan kita. Luas diketahui bahwa plastik adalah bahan yang tidak mungkin terurai secara alamiah, dan merupakan bahan yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi.

Yang mengejutkan, bahan-bahan plastik tersebut tidak jauh berbeda dengan bahan plastik PEMBUAT ALAT  KEPERLUAN RUMAH TANGGA !!! Karena sifatnya yang tidak bisa
diurai, maka plastik yang telanjur dikonsumsi akan menetap dalam tubuh kita dan ciri-cirinya dapat diketahui secara langsung.

Dalam beberapa kasus, wajah para penderita yang terlalu banyak mengkonsumsi Mie Instan
yang mengandung plastik dilaporkan makin mirip dengan ember , walaupun juga ada yang mirip gayung . Jumlah plastik yang ditemukan dalam mie instan tersebut sangat beragam, mulai dari 2 sampai 5 plastik per kemasan. Namun umumnya, plastik-plastik tersebut ditemukan dalam ukuran relatif  kecil, dilengkapi dengan tulisan di  atasnya, misalnya
"Bumbu", "Saus Cabe", "Minyak Sayur"dan sebagainya .... pokonya waspadalah waspadalah karena bahayanya gede banget.

Unknown Author

Bagian Tubuh yang Paling Berarti


Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku kecil, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?" Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar- benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku Cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka
berarti.



Api dan Asap

Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda.Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan. Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya. Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk
tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau
lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.
Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"

~Author Unknown

Teman, sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun, teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang pali berat sekalipun. Dan teman, ingatlah, saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan
perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yang terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu.Terima kasih telah membaca.
Hope you are well and please do take care.

Unknown Author

2010/12/31

PWC Road to Padang


Yeah mencoba peruntungan lagi dengan mengikuti test PWC. Kali ini pihak PWC mengadakan roadshow ke UNAND, satu-satunya universitas di luar pulau jawa yang di datangi. Open requitment di buka bagi seluruh mahasiswa akuntansi Unand yang sudah diwisuda maupun yang akan tamat seperti aku ini, angkatan 2007.
Tidak yakin dengan hasi test yang pernah aku ikuti bulan lalu, aku kembali mencoba kesempatan ini. Sayang banget kalau dilewatkan, secara testnya dilakukan di Padang.  Kalau testnya di Jakarta, aku gak bakal ikutan lagi. Biaya ke sana mahal. 
Mudah-mudahan nasib baik berpihak padaku kali ini, semoga aku lulus di salah satu test yang pernah aku coba. Aku berharap banget bisa langsung kerja setamat kuliah ini. Siapa tahu PWC jodohku. Semoga.

Donor Darah


Hari ini tepat pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2010 jam 11.15 WIP (Waktu Indonesia Padang) untuk yang pertama kali dalam sejarah hidupku (halah!), aku memberanikan diri untuk merelakan tetesan darahku disedot dari tubuh ini untuk didonorkan pada orang lain. Lebih kurang seperempat jam aku menunggu kantong darah itu terisi penuh. Dengan tenang aku menunggu dan memperhatikan aliran darahku mengalir dengan lancar  melewati pipa kecil menuju kantong penampungnya. Tidak lama, ternyata 250 ml cairan darahku sudah berpindah ke kantong penampung darah. 

2010/12/21

Jangan mengemis lagi!


Suatu sore aku tengah asik menyantap hidangan dengan seorang sahabat di sebuah cafĂ© di kawasan pantai kota Padang. Tiba – tiba muncul seorang anak kecil tengah menggendong bayi menghampiri meja kami. Dia menyodorkan sebuah kantong plastik lusuh ke arahku.

“ Sidakah Ni,” ujarnya dengan tampang dan suara memelas.
“ Maaf lu Diak,” kataku.

2010/12/09

Demi Kawan


Pada suatu hari di suatu kamp latihan militer, sersan pelatih muncul dan tiba-tiba mencampakkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda. Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan. Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu tidak 'hidup' dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka. Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi. Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan rakan-rekan sesama prajurit.

Tahun itu ia dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang.

Unknown Author

Daftar Kebaikan

Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan menuliskannya. Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas, setiap orang menyerahkan hasilnya.

Boleh gak aku nangis pagi ini?


Boleh gak aku buka pintu langsung lari?
Aku ingin membentak diri sendiri
Membanting tubuh hingga sakitnya gak terasa lagi..

Kalau cinta itu bayangan..
Boleh nggak aku sinar yang menangkap bayangan itu..
Kalau cinta itu seperti laut..
Boleh gak aku tenggelam dan gak pernah keluar lagi..

Bila Ibu Boleh Memilih


Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu...
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,,,, engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata...

2010/12/08

Bahaya Mie Instant


Buat anak kos / yang suka makan  mie, hati – hati!

Berkat informasi dari seorang  dokter: "Keluarga  kami berhenti mengkonsumsi mie instan
sejak lebih dari 5  tahun yang lalu setelah mengetahui  tentang adanya BAHAN  PLASTIK yang terdapat dalam mie  instan tersebut."

Berikut pengakuan Dr. Suyadi dari Jakarta:
Awalnya, keluarga kami adalah keluarga  penggemar  mie, apalagi kebetulan kami suami-istri
bekerja. Karena  sibuk maka mie instan menjadi pilihan  utama makanan kami  sekeluarga. Namun sejak kami  menemukan bahan PLASTIK dalam  mie instan tersebut, kami LANGSUNG  berhenti  mengkonsumsinya. Penelitian  laboratorium Fakultas  Kedokteran Universitas Indonesia  membuktikan bahwa 100%, atau SELURUH sampel mie instan yang beredar di pasaran  MENGANDUNG BAHAN PLASTIK yang  tentunya sangat berbahaya bagi pencernaan.

Dr. Hasan Budiman, kepala laboratorium Fakultas Kedokteran UI menyatakan, bahwa dalam SELURUH sampel yang diambilnya di pasar swalayan, toko-toko dan warung di wilayah DKI dan sekitarnya ditemukan bahan plastik yang tidak mungkin bisa dicerna dalam sistem
pencernaan kita. Luas diketahui bahwa plastik adalah bahan yang tidak mungkin terurai secara alamiah, dan merupakan bahan yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi.

Yang mengejutkan, bahan-bahan plastik tersebut tidak jauh berbeda dengan bahan plastik PEMBUAT ALAT  KEPERLUAN RUMAH TANGGA !!! Karena sifatnya yang tidak bisa
diurai, maka plastik yang telanjur dikonsumsi akan menetap dalam tubuh kita dan ciri-cirinya dapat diketahui secara langsung.

Dalam beberapa kasus, wajah para penderita yang terlalu banyak mengkonsumsi Mie Instan
yang mengandung plastik dilaporkan makin mirip dengan ember , walaupun juga ada yang mirip gayung . Jumlah plastik yang ditemukan dalam mie instan tersebut sangat beragam, mulai dari 2 sampai 5 plastik per kemasan. Namun umumnya, plastik-plastik tersebut ditemukan dalam ukuran relatif  kecil, dilengkapi dengan tulisan di  atasnya, misalnya
"Bumbu", "Saus Cabe", "Minyak Sayur"dan sebagainya .... pokonya waspadalah waspadalah karena bahayanya gede banget.

Unknown Author

Bagian Tubuh yang Paling Berarti


Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku kecil, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?" Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar- benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku Cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka
berarti.



Api dan Asap

Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda.Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan. Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya. Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk
tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau
lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.
Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"

~Author Unknown

Teman, sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun, teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang pali berat sekalipun. Dan teman, ingatlah, saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan
perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yang terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu.Terima kasih telah membaca.
Hope you are well and please do take care.

Unknown Author

Copyright @ Miscellaneous Thoughts | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger | Distributed by: best blogger template personal best blogger magazine theme | cheapest vpn for mac cheap vpn with open ports